Ketuhanan dan Kesehatan Mental: Pengaruh Praktik Spiritual terhadap Kesejahteraan Psikologis di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1509Keywords:
Spiritualitas, Kesehatan Mental, Era Digital, Kesejahteraan PsikologisAbstract
Perkembangan teknologi digital secara pesat telah mengubah pola komunikasi, gaya hidup, dan sistem nilai masyarakat global. Meski menawarkan berbagai kemudahan, era digital juga meningkatkan tantangan psikologis seperti kecemasan, depresi, stres, dan kesepian. Praktik spiritual merupakan salah satu instrumen yang diyakini mampu memperkuat kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritualitas dan praktik keagamaan terhadap kesehatan mental di era digital, dengan menekankan bagaimana ritual ibadah, kontemplasi, doa, zikir, dan komunitas religius meningkatkan ketahanan emosional serta kepuasan hidup. Dengan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual baik institusional maupun individual berfungsi sebagai faktor protektif melalui pemberian makna hidup, regulasi emosi, kerangka moral, serta dukungan sosial. Digitalisasi menyediakan peluang baru dalam memperluas akses terhadap praktik keagamaan melalui ibadah daring, kajian virtual, dan platform meditasi, meskipun menghadirkan tantangan terhadap keotentikan pengalaman spiritual. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa praktisi spiritual yang aktif memiliki tingkat stres dan depresi lebih rendah, optimisme lebih kuat, serta kemampuan koping yang lebih baik. Studi ini menyimpulkan bahwa praktik spiritual merupakan dimensi penting dalam kesehatan mental holistik dan perlu diintegrasikan ke dalam upaya promosi kesehatan mental di era digital.
References
Abubakar, A., Ngalimun, N., Liadi, F., & Latifah, L. (2020). Bahasa Sebagai Nilai Perekat Dalam Simbol Budaya Lokal Tokoh Agama. Jurnal Transformatif (Islamic Studies), 4(2), 159-172.
Agustina, A., Suwandewi, A., Tunggal, T., & Daiyah, I. (2022). Sisi Edukatif Pendidikan Islam Dan Kebermaknaan Nilai Sehat Masa Pandemi Covid-19 Di Kalimantan Selatan. JIS: Journal Islamic Studies, 1(1).
Diener, E. (2000). Subjective well-being: The science of happiness. American Psychologist.
Emmons, R. A. (2000). Spirituality and intelligence: Problems and prospects. International Journal for the Psychology of Religion.
Koenig, H. G. (2015). Religion, spirituality, and health: A review and update. Advances in Mind-Body Medicine.
Latifah, L., Ngalimun, N., Setiawan, M. A., & Harun, M. H. (2020). Kecakapan behavioral dalam proses pembelajaran PAI Melalui Komunikasi Interpersonal. Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 5(2), 36-42.
Latifah, L., Zwagery, R. V., Safithry, E. A., & Ngalimun, N. (2023). Konsep dasar pengembangan kreativitas anak dan remaja serta pengukurannya dalam psikologi perkembangan. EduCurio: Education Curiosity, 1(2), 426-439.
Miller, W. R., & Thoresen, C. (2003). Spirituality and Health. Guilford Press.
Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265-278.
Papalia, D., & Martorell, G. (2021). Human Development. McGraw-Hill.
Pargament, K. I. (2013). Psychology of Religion and Coping. Guilford Press.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology.
Smith, T. (2019). Spiritual Wellbeing in the Digital Age. Routledge.
Suprapti, S., Ilmiyah, N., Latifah, L., & Handayani, N. F. (2022). Islamic Aqidah Learning Management to Explore the Potential of Madrasah Students. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 5(1), 4664-4673.
World Health Organization. (2022). Mental Health Report.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Rahmah, & Latifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






