Hubungan Sumber dan Kualitas Air Minum dengan Diare di Puskesmas Pulang Pisau

Authors

  • Nor Camelia Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Abdul Khair* Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin
  • Noraida Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v4i2.1663

Keywords:

Diare Balita, Kualitas Air Minum, Escherichia coli, Sumber Air, Studi Kasus-Kontrol

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama pada balita dan erat kaitannya dengan faktor lingkungan, khususnya kualitas air minum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara sumber dan kualitas mikrobiologi air minum dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel terdiri dari 28 balita (14 kasus dan 14 kontrol) yang dipilih dengan rasio 1:1 dan dilakukan matching berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan orang tua. Data kejadian diare diperoleh dari register Puskesmas dan diverifikasi melalui wawancara. Sumber air minum diidentifikasi melalui observasi langsung, sedangkan kualitas mikrobiologi diperiksa menggunakan sanitarian kit untuk mendeteksi keberadaan Escherichia coli. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber air non-PDAM berhubungan signifikan dengan kejadian diare (OR = 6,25; p < 0,05). Selain itu, air minum yang terkontaminasi E. coli juga berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diare (OR = 6,60; p < 0,05). Disimpulkan bahwa sumber dan kualitas mikrobiologi air minum merupakan faktor risiko penting terhadap kejadian diare pada balita. Peningkatan pengawasan kualitas air minum dan edukasi pengolahan air sebelum konsumsi diperlukan sebagai upaya pencegahan.

References

Islamiyati, S., Lestarisa, T., Augustina, I., Yuliani, N. N. S., & Jelita, H. (2023). Hubungan sumber air minum dan kualitas air minum secara bakteriologis terhadap kejadian diare pada anak. Barigas: Jurnal Riset Mahasiswa, 1(3), 88–92. https://doi.org/10.37304/barigas.v1i3.8006

Kadir, F., Dangnga, H. M. S., & Majid, H. A. (2021). Hubungan kualitas bakteriologis air minum dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 4(3), 342–350. https://jurnal.umpar.ac.id/index.php/makes/article/view/618

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan media air minum. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Wolf, J., Hunter, P. R., Freeman, M. C., Cumming, O., Clasen, T., Bartram, J., Higgins, J. P. T., Johnston, R., Medlicott, K., Boisson, S., & Prüss-Ustün, A. (2018). Impact of drinking water, sanitation and handwashing with soap on childhood diarrhoeal disease: Updated meta-analysis and meta-regression. Tropical Medicine & International Health, 23(5), 508–525. https://doi.org/10.1111/tmi.13051

World Health Organization (WHO) and United Nations Children’s Fund (UNICEF) (2025) Progress on household drinking-water, sanitation and hygiene 2000–2024: Special focus on inequalities. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2019). Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Downloads

Published

2026-03-03

How to Cite

Camelia, N., Khair, A., & Noraida. (2026). Hubungan Sumber dan Kualitas Air Minum dengan Diare di Puskesmas Pulang Pisau. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 322–329. https://doi.org/10.71456/jik.v4i2.1663