Hubungan Parasosial dengan Regulasi Emosional pada Dewasa Muda Penggemar Virtual Youtuber (VTUBER)

Literatur Review

Authors

  • Nur Afni PuspitaSari* Institut Kesehatan Hermina
  • Nur Endah Rakhmawati Institut Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v4i2.1886

Keywords:

Dewasa muda, parasosial, Vtuber, Regulasi emosional

Abstract

Latar Belakang: Fenomena Virtual Youtuber (Vtuber) berkembang pesat secara global dengan 50% audiens dan berkembang sangat pesat juga pada saat pandemi covid berlangsung dengan audiens berusia 18–25 tahun. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan komunitas Vtuber terbesar. Intensitas interaksi melalui siaran langsung memungkinkan terbentuknya parasocial relationship yang dapat memengaruhi regulasi emosional penggemar. Penelitian yang mengkaji hubungan parasocial relationship dan regulasi emosional pada penggemar Vtuber di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Menganalisis literatur yang berkaitan dengan hubungan parasocial relationship dan regulasi emosional pada dewasa muda penggemar Vtuber berdasarkan kajian literatur tahun 2021–2025. Metode: Literature review dengan pendekatan PICOS. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar, Garuda, Science Direct, dan PubMed. Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil: Seluruh studi menunjukkan bahwa parasocial relationship pada dewasa muda mencakup dimensi afektif, kognitif, dan perilaku; berfungsi sebagai sumber dukungan emosional; serta memiliki keterkaitan signifikan dengan regulasi emosional (p<0,05). Keterikatan parasosial yang kuat berkorelasi dengan penurunan stres, sedangkan berakhirnya hubungan parasosial memunculkan parasocial grief. Analisa:Parasocial relationship berfungsi sebagai regulasi emosi yang adaptif namun berpotensi maladaptif jika terjadi keterikatan berlebihan. Kesimpulan: Parasocial relationship terbukti berkaitan dengan regulasi emosional dewasa muda penggemar Vtuber. Diperlukan program literasi digital dan penguatan regulasi emosi mandiri agar penggemar dapat mengoptimalkan manfaat parasosial secara adaptif agar tidak menyebabkan ke maladaptive seperti ketergantungan emosional pada Vtuber.

References

Azizah, E. A., & Hendriani, W. (2023). Efektivitas penggunaan strategi regulasi emosi ditinjau dari perbedaan gender: Sebuah tinjauan literatur sistematis. Psychopolitan: Jurnal Psikologi, 6(2), 1–15.

Bandura, A. (1978). Self-efficacy: Toward a unifying theory of behavioral change. Psychological Review, 84(2), 191–215. https://doi.org/10.1037/0033-295X.84.2.191

Fadilah Sati, A. P., & Fikry, Z. (2025). Hubungan loneliness dengan parasocial relationship pada dewasa awal penggemar NCT di Sumatera Barat. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(4), 1–10.

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271

Horton, D., & Wohl, R. R. (1956). Mass communication and para-social interaction: Observations on intimacy at a distance. Psychiatry, 19(3), 215–229. https://doi.org/10.1080/00332747.1956.11023049

Khotimah, A. K. H., & Widyatno, A. (2024). Kesepian dan celebrity worship pada penggemar K-Pop di Twitter. Jurnal Psikologi, 7(2), 101–111.

Lee, K. J., Wang, P., & Lu, Z. (2025). “Can't believe I'm crying over an anime girl”: Public parasocial grieving and coping towards VTuber graduation and termination. Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction. https://doi.org/10.1145/3686969

Mahmudi, M. H., & Suroso, S. (2015). Efikasi diri, dukungan sosial dan penyesuaian diri dalam belajar. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(02), 183–194. https://doi.org/10.30996/persona.v3i02.382

Prameswari, A., & Tanjung, S. (2025). Fandom dan interaksi parasosial dalam TikTok. Cantrik, 5(1), 1–20.

Rahmawati, I. C., & Hermina, C. (2024). Interaksi parasosial pada penggemar K-Pop di Kalimantan Selatan. Jurnal Psikologi, 1(4), 1–15.

Sari, N. W. (2023). Regulasi emosi mahasiswa usia dewasa muda yang pernah terlibat toxic relationship. Journal of Psychology and Islamic Science, 7(2), 135–144.

Tan, Y. (2023). More attached, less stressed: Viewers’ parasocial attachment to Virtual Youtubers and its influence on the stress of viewers during the COVID-19 pandemic. SHS Web of Conferences, 155, 03012. https://doi.org/10.1051/shsconf/202315503012

Vania, F. (2023). Gambaran celebrity worship pada dewasa awal penggemar K-Pop. Jurnal Psikologi Malahayati, 5(2), 273–280.

Wardani, E. P., & Kusuma, R. S. (2021). Interaksi parasosial penggemar K-Pop di media sosial: Studi kualitatif pada Fandom Army di Twitter. Jurnal Magister Ilmu Komunikasi.

Widyayanti, N., Arofah, H., & Awali, A. N. A. (2022). Regulasi emosional dan perilaku cyberbullying pada remaja awal. Jurnal Spirits, 12(2). https://doi.org/10.30738/spirits.v12i2

Zagita, N. V., & Agitashera, D. (2024). Interaksi parasosial idol group K-Pop ENHYPEN dengan penggemar melalui aplikasi Weverse. BComm, 6(1).

Downloads

Published

2026-05-23

How to Cite

Puspitasari, N. A., & Rakhmawati, N. E. (2026). Hubungan Parasosial dengan Regulasi Emosional pada Dewasa Muda Penggemar Virtual Youtuber (VTUBER): Literatur Review. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 444–461. https://doi.org/10.71456/jik.v4i2.1886