Daya Terima dan Kandungan Gizi Patty Ikan Patin sebagai Makanan Selingan Sumber Protein dalam Pencegahan Stunting

Authors

  • Fitri Anna* Poltekkes Kemenkes, Makassar
  • Fatmawaty Suaib Poltekkes Kemenkes, Makassar
  • Sirajuddin Poltekkes Kemenkes, Makassar

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v4i2.2180

Keywords:

makanan selingan, stunting, ikan patin, kandungan gizi, daya terima

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama pada balita yang berkaitan dengan rendahnya asupan protein dan mikronutrien. Pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan patin dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas asupan gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan gizi patty ikan patin sebagai makanan selingan sumber protein dalam pencegahan stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan dua formulasi, yaitu Formula A tanpa penambahan sayuran dan Formula B dengan penambahan bayam dan wortel. Kandungan gizi dihitung secara teoritis menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia, sedangkan uji daya terima dilakukan menggunakan uji hedonik pada 34 panelis semi-terlatih. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula B memiliki kandungan zat besi dan vitamin A lebih tinggi dibandingkan Formula A, sedangkan kandungan protein relatif sama. Formula B memberikan kontribusi protein sebesar 39,50% terhadap Angka Kecukupan Gizi balita usia 2–3 tahun. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa Formula B memiliki tingkat penerimaan yang lebih baik pada seluruh parameter dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulannya, patty ikan patin dengan penambahan sayuran memiliki nilai gizi dan daya terima yang lebih baik sehingga berpotensi menjadi makanan selingan sumber protein dalam mendukung pencegahan stunting pada balita.

References

Anwar F. 2023. Pemanfaatan Pangan Lokal Sebagai Strategi Intervensi Gizi Dalam Percepatan Penurunan Stunting. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(2):101–109.

Ayustaningwarno F, Rustanti N, Afifah DN dan Anjani G. 2021. Teori dan Aplikasi Teknologi Pangan. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Chakma S, Rahman M, Siddik MAB, Hoque MA, Islam S dan Vatsos IN. 2022. Nutritional Profiling of Wild (Pangasius pangasius) and Farmed (Pangasius hypophthalmus) Pangasius Catfish with Implications to Human Health. Fishes, 7(6):309. https://doi.org/10.3390/fishes7060309

Eggersdorfer M dan Wyss A. 2018. Carotenoids in Human Nutrition and Health. Archives of Biochemistry and Biophysics, 652:18–26. https://doi.org/10.1016/j.abb.2018.06.001

Haryani VM, Putriana D dan Hidayati RW. 2023. Animal-Based Protein Intake is Associated with Stunting in Children in Primary Health Care of Minggir. Amerta Nutrition, 7(2SP):139–146. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.139-146

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2025. SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Malaikosa YM, Hasibuan R dan Rakhmawati NIS. 2025. Mencegah Stunting Melalui Gizi Seimbang dan Pangan Lokal Berkualitas. Jurnal Masyarakat Peduli, 4(1):25–33.

Mas’ud H, Rowa SS dan Suaib F. 2023. Daya Terima dan Kandungan Protein Kue Bagea Substitusi Tepung Ikan Gabus dan Tepung Kacang Merah. Media Gizi Pangan, 30(2):107–114.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Réhault-Godbert S, Guyot N dan Nys Y. 2019. The Golden Egg: Nutritional Value, Bioactivities, and Emerging Benefits for Human Health. Nutrients, 11(3):684. https://doi.org/10.3390/nu11030684

Sulistyani S dan Setyaji A. 2024. Hubungan Asupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 12–24 Bulan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 16(1):45–52.

Tam E, Keats EC, Rind F, Das JK dan Bhutta ZA. 2020. Micronutrient Supplementation and Fortification Interventions on Health and Development Outcomes among Children Under-Five in Low- and Middle-Income Countries. Nutrients, 12(2):289. https://doi.org/10.3390/nu12020289

Thiviya P, Gamage A, Piumali D dan Merah O. 2021. Carrot (Daucus carota L.) as a Source of Bioactive Compounds and Its Health Benefits. Foods, 10(10):2420. https://doi.org/10.3390/foods10102420

UNICEF, WHO dan World Bank Group. 2023. Levels and Trends in Child Malnutrition: Key Findings of the 2023 Edition. New York: UNICEF.

Widyawaty ED. 2024. Diversifikasi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting. Jakarta: Penerbit BRIN.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Anna, F., Suaib, F., & Sirajuddin. (2026). Daya Terima dan Kandungan Gizi Patty Ikan Patin sebagai Makanan Selingan Sumber Protein dalam Pencegahan Stunting. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 624–631. https://doi.org/10.71456/jik.v4i2.2180