Pentingnya Mencuci Tangan Pakai Sabun Dalam Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Lingkungan Kampus Jurusan Keperawatan Gigi
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v1i2.225Keywords:
Mencuci Tangan, Penerapan Prilaku Hidup SehatAbstract
Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Jumlah sample sebanyak 120 (menggunakan rumus Slovin). Metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Variabel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Pengetahuan dan Perilaku mencuci tangan. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi pada variabel pengetahuan dan perilaku. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Product Moment Pearson. Kepatuhan mencuci tangan peserta didik atau mahasiswa di kampus Jurusan Keperawatan Gigi meningkat setelah dilakukan intervensi. Peserta didik sebagian besra memiliki pengetahuan dan persepsi mencuci tangan yang sudah baik. Penyebab utama rendahnya kepatuhan cuci tangan adalah kurangnya fasilitas cuci tanagn dan beban cuci tangan yang tinggi pada peserta didik. Intervensi kebijakan dan manajemen berupa sosialisasi dan pelatihan cuci tangan secara rutin, persetujuan mencuci tangan sebelum pelayanan kepada pasien, dan perbaikan fasilitas cuci tangan dapat meningkakan kepatuhan cuci tangan peserta didik.
References
Al Farisi (2008). Pentingnya Menjaga Kebersihan. From http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.asp?id=10187 Buku Panduan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) ke -6, Tahun 2013 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Tanganku Bersih, hidupku sehat
Beggs CB, Noakes CJ, Shepherd SJ, Kerr KG, Sleigh PA, Banfield K. The influence of nurse cohorting on hand hygiene effectiveness. Am J Infect Control. 2006 Dec;34(10):621-6. doi: 10.1016/j.ajic.2006.06.011.
Dewanto I, Septario M. Gambaran Pelaksanaan Kontrol Infeksi pada Praktik Dokter Gigi di Kota Yogyakarta. IDJ 2012;1(2): 58–69
Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia 2013
Latifah, Purwanti, S., Arisa, A., & Diaty, R. (2023). Penyuluhan Hidup Sehat Mencegah Terjadinya Kembali Virus Covid 19 Pada Pembelajaran Tatap Muka Menurut Pandangan Islam Di SMA Islam Terpadu Martapura. JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 98–102.
McGuckin M, Govednik J. Patient empowerment and hand hygiene, 1997-2012. J Hosp Infect. 2013 Jul;84(3):191-9. doi: 10.1016/j.jhin.2013.01.014. Epub 2013 Apr 19
Ngalimun. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265–278
Potter, P.A, Perry, A.G. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik.Edisi 4 Volume 2
Rosenthal VD, McCormick RD, Guzman S, Villamayor C, Orellano PW. Effect of education and performance feedback on handwashing: the benefit of administrative support in Argentinean hospitals. Am J Infect Control. 2003 Apr;31(2):85- 92. doi: 10.1067/mic.2003.63. PMID: 12665741.
Timmreck, T. C. 2004. Epidemiologi Suatu Pengantar Edisi Kedua (Mulyana Fauziah). Jakarta: EGC.
Tietjen. (2004). Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Watson JA. Role of a multimodal educational strategy on health care workers’ handwashing. Am J Infect Control. 2016 Apr 1;44(4):400-4. doi: 10.1016/j.ajic.2015.10.030. Epub 2015 Dec 28. PMID: 26739638
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nadira Imanda, Putri Islami, Arini Mubasyiroh, Anggelina Putri Rahayu, Heru Rafebta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






