Hubungan Perilaku Menyikat Gigi Masyarakat Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar Terhadap Kejadian Karies Gigi
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v1i2.226Keywords:
Perilaku Menggosok Gigi, Karies gigiAbstract
Menyikat gigi merupakan kontrol debris/plak utama yang dilakukan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sangat mempengaruhi tingkat kesadaran masyarakat melakukan kontrol plak. Sebanyak 57,6% penduduk Indonesia mengalami permasalahan pada gigi dan mulut, diantaranya masalah kariesgigi dan mulut. persentase Provinsi Kalimantan Selatan sekitar 60% dengan kategori gigi rusak, berlubang ataupun sakit gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku menyikat gigi masyarakat Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar terhadap kejadian kareis gigi. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh Masyarakat Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar berusia usia 20-36 tahun . Sampel penelitian sebesar 95 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan gigi geligi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kejadian karies gigi pada masyarakat Desa Jati Baru Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar masih tinggi (96,84%), porposi perilaku menggosok gigi masih kurang baik (88,42%). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perilaku menggosok gigi yang tidak baik dapat menyebabkan terjadinya karies gigi.
References
Agustina, A., Suwandewi, A., Tunggal, T., Daiyah, I., & Latifah. (2022). Sisi Edukatif Pendidikan Islam Dan Kebermaknaan Nilai Sehat Masa Pandemi Covid-19 Di Kalimantan Selatan. JIS: Journal Islamic Studies, 1(1), 99–105.
Darmayanti R, dkk. 2022. Hubungan Perilaku Menggosok Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Kelas V Sdn 045 Pasir Kaliki. Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 (2): 284-290. https://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/index
Kemenkes RI, 2018. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Ni Ketut Ratmini, I Gusti N.A.D.Y. 2017. Hubungan Karies Gigi dengan Perilaku Menyikat Gigi pada Siswa Kelas V SDN 2 Sedang Abian Semal. Jurnal Kesehatan Gigi Vol.5 No.2
Narulita L, Diansari V, Sungkar S. Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S) pada Murid Kelas IV SD Negeri 24 Kuta Alam. Journal Caninus Dentistry. 2016; 1(4):6-8.
Kemenkes, 2007., Riset Kesehatan Dasar, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes, 2013., Riset Kesehatan Dasar, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kidd EAM, Bechal SJ. 2013. Dasar-Dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya. Alih Bahasa. Suwaminata, N dan Yuwono, L. EGC, Jakarta.
Puspitarini, Kadek Dean. Dan Arini, Ni Wayan. 2019. Gambaran Perilaku Menyikat Gigi Dan Karies Gigi Pada Sekaa Teruna Teruni Widya Dharma Banjar Tunjuk Tengah Kabupaten Tabanan Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Gigi (Dental Health Journal). 6(2): 9-13
Ramadhanintyas KN ,Ulfa M ,Budiani VA. 2020. Hubungan Mengonsumsi Makanan Kariogenik Dengan Kejadian Karies Padaanak Usia Sekolah di MI Al-Hidayah. Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat. Vol.1 (1) April:12-19.
Sari, E., Utami, N. K., Salamah, S., Amperawati, M., & Nuryati, S. (2022). Pelatihan Upaya Promotif Dan Preventif Pada Guru Dan Orang Tua Siswa SLB (Sekolah Luar Biasa) YPLB: (Yayasan Pendidikan Luar Biasa). JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 20–23.
Worotitjan I, Mintjelungan CN, Gunawan P. 2013. Pengalaman Karies Gigi Serta Pola Makan dan Minum Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara. Jurnal e-GIGI (eG). Vol.1 Maret 2013 :59-68.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Sri Nuryati, Bunga Nurwati, Isnawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






