Pengaruh Edukasi Kesehatan tentang Deteksi Dini Pre-Eklampsia terhadap Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi di UPTD Puskesmas Bandung Baru
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2441Keywords:
Deteksi Dini Pre-Eklampsia, Edukasi Kesehatan, Hipertensi, Sikap Ibu HamilAbstract
Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian ibu maupun janin. Kurangnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pencegahan hipertensi dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya selama kehamilan. Edukasi kesehatan mengenai deteksi dini pre-eklampsia dengan media kalender meja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang deteksi dini pre-eklampsia menggunakan media kalender meja terhadap sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi di UPTD Puskesmas Bandung Baru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan mixed methods, menggabungkan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 ibu hamil trimester I, II, dan III yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan media kalender meja. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan sikap ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan, dari sikap positif sebanyak 17 responden (30,9%) pada pre-test menjadi 30 responden (54,5%) pada post-test. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berpengaruh terhadap sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi. Simpulan: Edukasi kesehatan tentang deteksi dini pre-eklampsia berpengaruh terhadap peningkatan sikap ibu hamil dalam mencegah hipertensi di UPTD Puskesmas Bandung Baru.
References
Alwi, M. K., Agustini, T., Kesehatan, F., Universitas, M., & Indonesia, M. (2021). Communication of Health Officers Affected Pregnant Women's Attitude in Preventing Hypertension. 8(2), 196-203.
Anisah, R. L., Wulandari, T. S., & Kurniawati, R. (2025). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku penderita hipertensi. Nursing Science Journal (NSJ), 6(1), 50-63.
Astri Prafitri, L. D., Suparni, S., & Setianto, G. (2025). Pendampingan Ibu Hamil Dalam Upaya Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan.
Cahya, V. T. R., & Masruroh. (2025). Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hipertensi. Jurnal Promkes, 7(2), 411-420.
Dinas Kesehatan Pringsewu, Pesawaran, & Tanggamus. (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Tahun 2024. Dinas Kesehatan.
Fauziah, N. A., et al. (2021). Metodologi penelitian bagi peneliti pemula.
Finthariasari, M., Febriansyah, E., & Pramadeka, K. (2020). Pemberdayaan masyarakat desa Pelangkian melalui edukasi dan literasi keuangan pasar modal menuju masyarakat cerdas berinvestasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia, 3(1), 291-298.
Fitriani, & Syahruni. (2023). Effectiveness of Smart Card Model Education for Early Detection of Preeclampsia Risk in Increasing Knowledge of Pregnant Women. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, XVIII(2), 330-340.
Harmin, A. Y., Palupessy, N., & Muthalib, A. (2024). Faktor Risiko Kejadian Pre Eklampsia Pada Ibu Hamil. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(5), 2863-2877.
Hasanah, U., et al. (2023). Inovasi terapi suportif dalam peningkatan quality of life pada pasien gagal ginjal dengan hemodialisa.
Kemenkes. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 12 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Fungsi, Tugas, dan Wewenang Tenaga Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2024. Kementerian Kesehatan RI.
Manurung, J. S. Y. (2025). Peran Interprofessional Education (IPE) dalam membentuk kolaborasi antar profesi kesehatan yang efektif. Jurnal Keperawatan.
Noorhidayah, N., et al. (2025). Hubungan pola makan dan peran petugas kesehatan dengan kejadian penyakit hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, 13(1), 44-51.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Rahman, H. N., Syakura, A., & Inayah, W. (2024). Self management ibu hamil yang mengalami hipertensi dalam kehamilan. Jurnal Kebidanan, 227-235.
Relica, C., & Mariyati. (2024). Efektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pre-Eklampsia. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14(3), 75-82.
Sari, I. N., & Nugrahani, A. (2025). Early Screening and Education on Preeclampsia in Pregnant Women: A Preventive Strategy in Community Health Center Areas. Bhakti Sabha Nusantara, 4(1), 29-45.
Sedaghati, N., & Gleason, K. (2023). Community-based screening and education for preeclampsia in resource-limited settings [Preprint].
Setyaningsih, A., Zulliati, Z., & Hidayah, N. (2024). Efektifitas Edukasi Kesehatan Tentang Penggunaan Skrining Pre Eklamsia Terhadap Keterampilan Kader Dalam Mendeteksi Ibu Hamil Resiko Tinggi di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tanta. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 164-176.
Sugiono. (2023). Statistika untuk penelitian (Apri Nuryanto, Ed.).
Surmiasih, et al. (2025). Buku Referensi Edukasi Kesehatan Reproduksi Pada Ibu Hamil.
Tahun, S. U., et al. (2026). Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kejadian Preeklampsia. 7(2), 136-145.
Winarsih, W., & Wulandari, S. R. (2024). The Effect of Pregnancy Class Education on Ability in Early Detection of Pregnancy Complications. Jurnal Kesehatan, 13(2), 124-132.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nila Qurniasih, Evi Rahayu, & Amara Sinta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








