Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2470Keywords:
Balita, Diare, Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah, SUmber Air BersihAbstract
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sumber air bersih, jamban keluarga, dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada populasi 4.630 balita, diperoleh 299 responden melalui teknik cluster sampling menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dan data dianalisis menggunakan uji ChiSquare dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 45,5% balita mengalami diare, serta terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air bersih (p = 0,004; OR = 0,456) dan pengelolaan sampah (p = 0,043; OR = 0,623) dengan kejadian diare, sedangkan jamban keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,151; OR = 0,708). Kesimpulan penelitian ini adalah sumber air bersih dan pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis, sedangkan jamban keluarga tidak berhubungan.
References
Afriyani, R., Suryani, L., & Harokan, A. (2024). Analysis of the incidence of diarrhea in toddlers related to family latrine use. Cendekia Medika Journal of STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 9(2), 285–297.
Amalia, N. (2022). Perilaku hidup bersih dan sehat dan pengelolaan sampah terhadap kejadian diare pada masyarakat di wilayah Desa Bantarjaya Kabupaten Bogor. Journal of Public Health Education, 1(2), 71–81.
Ashbolt, N. J. (2004). Microbial contamination of drinking water and disease outcomes in developing regions. Toxicology, 198(1–3), 229–238. https://doi.org/10.1016/j.tox.2004.01.030
Asmah, S., Dita Puteri, A., & Kusumawati, N. (2024). Hubungan pengetahuan ibu tentang food borne diseases, water borne diseases dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(2), 212–218.
Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Deli Serdang tahun 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2024). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Giri, M., Behera, M. R., Behera, D., Mishra, B., & Jena, D. (2022). Factors associated with childhood diarrhoea in rural households of Mayurbhanj district, Odisha, India. Cureus, 14(10), e29888. https://doi.org/10.7759/cureus.29888
Handriani, W., Triatmaja, D., & Arsesiana, A. (2024). Hubungan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Jurnal Surya Medika, 10(2), 247–253.
Haryanti, I., & Camelia, R. (2024). Analisis pengetahuan dan ketersediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita. Cendekia Medika Journal of STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 9(1), 199–205.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Survei kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. World Health Organization.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Nur, N. H., Rahmadani, N., & Hermawan, A. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(3), 298–303.
Ramadhan, G. D., Adnyana, I. G. A., Samodra, V. M., & Azmi, F. (2025). Hubungan antara tingkat pendidikan orang tua, status ekonomi, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Kesehatan.
Sangma, R. V. N., & Rasania, S. K. (2025). Prevalence of diarrhea among under-5 children and health-seeking behavior of mothers in a resettlement colony of Delhi, India. Indian Journal of Community Medicine, 50(4), 669–673.
Saputra, I. P. B. A., Arjita, I. P. D., Syuhada, I., & Adnyana, I. G. A. (2024). Hubungan pengelolaan sampah dengan kejadian diare di Desa Pandanan. 18(1), 77.
Seprina, Z. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di Kelurahan Kulim Puskesmas Tenayan Raya. Jurnal Keperawatan Prioritas, 3(1), 66.
Syahri, A., Putri, A. T., Lubis, A. H., Arni, A., Afifah, A., & Ashar, Y. K. (2023). Determinan kejadian diare di Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 1641–1645.
World Health Organization. (2025). WHO results report 2024–2025. https://www.who.int/about/accountability/results/who-resultsreport-2024-2025
Yantu, S. S., Warouw, F., & Umboh, J. M. L. (2021). Hubungan antara sarana air bersih dan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita di Desa Waleure. 10(6).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Radha Agri Br Ginting, Nadya Ulfa Tanjung, Wahyudi, Yulia Khairina Ashar, & Muhammad Zali

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








