Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis

Authors

  • Radha Agri Br Ginting* Program Studi Ilmu Kesehatan Masyatakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Nadya Ulfa Tanjung Program Studi Ilmu Kesehatan Masyatakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Wahyudi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyatakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Yulia Khairina Ashar Program Studi Ilmu Kesehatan Masyatakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Muhammad Zali Program Studi Ilmu Kesehatan Masyatakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2470

Keywords:

Balita, Diare, Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah, SUmber Air Bersih

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering terjadi pada balita dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sumber air bersih, jamban keluarga, dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada populasi 4.630 balita, diperoleh 299 responden melalui teknik cluster sampling menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dan data dianalisis menggunakan uji ChiSquare dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan 45,5% balita mengalami diare, serta terdapat hubungan yang signifikan antara sumber air bersih (p = 0,004; OR = 0,456) dan pengelolaan sampah (p = 0,043; OR = 0,623) dengan kejadian diare, sedangkan jamban keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,151; OR = 0,708). Kesimpulan penelitian ini adalah sumber air bersih dan pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batang Kuis, sedangkan jamban keluarga tidak berhubungan.

 

References

Afriyani, R., Suryani, L., & Harokan, A. (2024). Analysis of the incidence of diarrhea in toddlers related to family latrine use. Cendekia Medika Journal of STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 9(2), 285–297.

Amalia, N. (2022). Perilaku hidup bersih dan sehat dan pengelolaan sampah terhadap kejadian diare pada masyarakat di wilayah Desa Bantarjaya Kabupaten Bogor. Journal of Public Health Education, 1(2), 71–81.

Ashbolt, N. J. (2004). Microbial contamination of drinking water and disease outcomes in developing regions. Toxicology, 198(1–3), 229–238. https://doi.org/10.1016/j.tox.2004.01.030

Asmah, S., Dita Puteri, A., & Kusumawati, N. (2024). Hubungan pengetahuan ibu tentang food borne diseases, water borne diseases dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(2), 212–218.

Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Deli Serdang tahun 2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2024). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Giri, M., Behera, M. R., Behera, D., Mishra, B., & Jena, D. (2022). Factors associated with childhood diarrhoea in rural households of Mayurbhanj district, Odisha, India. Cureus, 14(10), e29888. https://doi.org/10.7759/cureus.29888

Handriani, W., Triatmaja, D., & Arsesiana, A. (2024). Hubungan sumber air bersih dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Jurnal Surya Medika, 10(2), 247–253.

Haryanti, I., & Camelia, R. (2024). Analisis pengetahuan dan ketersediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita. Cendekia Medika Journal of STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 9(1), 199–205.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Survei kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. World Health Organization.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nur, N. H., Rahmadani, N., & Hermawan, A. (2022). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(3), 298–303.

Ramadhan, G. D., Adnyana, I. G. A., Samodra, V. M., & Azmi, F. (2025). Hubungan antara tingkat pendidikan orang tua, status ekonomi, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Kesehatan.

Sangma, R. V. N., & Rasania, S. K. (2025). Prevalence of diarrhea among under-5 children and health-seeking behavior of mothers in a resettlement colony of Delhi, India. Indian Journal of Community Medicine, 50(4), 669–673.

Saputra, I. P. B. A., Arjita, I. P. D., Syuhada, I., & Adnyana, I. G. A. (2024). Hubungan pengelolaan sampah dengan kejadian diare di Desa Pandanan. 18(1), 77.

Seprina, Z. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di Kelurahan Kulim Puskesmas Tenayan Raya. Jurnal Keperawatan Prioritas, 3(1), 66.

Syahri, A., Putri, A. T., Lubis, A. H., Arni, A., Afifah, A., & Ashar, Y. K. (2023). Determinan kejadian diare di Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 1641–1645.

World Health Organization. (2025). WHO results report 2024–2025. https://www.who.int/about/accountability/results/who-resultsreport-2024-2025

Yantu, S. S., Warouw, F., & Umboh, J. M. L. (2021). Hubungan antara sarana air bersih dan jamban keluarga dengan kejadian diare pada balita di Desa Waleure. 10(6).

Downloads

Published

2026-08-16

How to Cite

Br Ginting, R. A., Tanjung, N. U., Wahyudi, Ashar, Y. K., & Zali, M. (2026). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 111–116. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2470