Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Imunisasi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cibingbin

Authors

  • Aliya Rohmah Aliyati Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • Defa Rahmatun Nisa'a* Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia
  • Thysa Tysmelia Affandi Fakultas Kedokteran, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2535

Keywords:

Anak Usia 2–5 Tahun, Frekuensi Kunjungan Posyandu, Riwayat Imunisasi, Status Gizi

Abstract

Status gizi balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan, daya tahan tubuh, serta kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan pelayanan kesehatan melalui Posyandu dan kelengkapan imunisasi merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan balita serta mencegah gangguan gizi. Menganalisis hubungan frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi dengan status gizi anak usia 2–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Cibingbin. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 207 anak yang dipilih melalui consecutive sampling. Data diperoleh dari register Posyandu, Buku KIA, KMS, serta pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan. Status gizi dinilai berdasarkan indikator BB/TB. Analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar anak rutin mengunjungi Posyandu (84,1%), memiliki imunisasi lengkap (75,8%), dan berstatus gizi normal (76,8%). Frekuensi kunjungan Posyandu dan riwayat imunisasi masing-masing berhubungan dengan status gizi (keduanya p<0,001). Model regresi logistik biner signifikan (χ²=41,955; p<0,001) dengan Nagelkerke R²=0,277. Setelah dikontrol oleh riwayat imunisasi, kunjungan Posyandu rutin berhubungan dengan peluang 9,608 kali untuk memiliki status gizi normal (AOR=9,608; IK95%: 3,521–26,220; p<0,001). Riwayat imunisasi tidak berhubungan secara independen setelah dikontrol oleh frekuensi kunjungan Posyandu (AOR=1,797; IK95%: 0,717–4,502; p=0,211). Frekuensi kunjungan Posyandu merupakan variabel yang berhubungan paling dominan dengan status gizi normal anak usia 2–5 tahun.

References

Apriliani, S., Samidah, I., & Rahmawati, D. T. (2023). Hubungan frekuensi kunjungan ke Posyandu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Hulu Palik tahun 2022. Jurnal Nurse Public Health, 11(1), 130–138.

Aziza, R. D., Siswati, T., & Wirawan, S. (2024). Hubungan frekuensi kunjungan balita ke Posyandu dengan kejadian wasting. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 20(3), 145–153.

Bahsur, M. N. I., Raodhah, S., Alam, S., & Arranury, Z. F. (2024). Hubungan kepatuhan ibu berkunjung ke Posyandu dengan status gizi balita di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa tahun 2022. Healthy Tadulako Journal, 10(4), 535–546.

Ekholuenetale, M., Barrow, A., Wegbom, A. I., & Arora, A. (2022). Growth monitoring and nutrition promotion among children under five years. Children, 9(11), 1758.

Fridaini, N., Dafriani, P., Yanti, E., Ilahi, R. K., Eliza, & Oktaria, L. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Muara Labuh. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(1), 56–64.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.). (2024). Health behavior: Theory, research, and practice (6th ed.). Jossey-Bass.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2021). Health promotion planning: An educational and ecological approach. McGraw-Hill.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 559.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman umum pengelolaan Posyandu.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 272.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 7.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pemantauan pertumbuhan balita. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024a). Petunjuk teknis integrasi pelayanan kesehatan primer melalui Posyandu.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024b). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/35/2025 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1098/2024 tentang jenis dan jadwal imunisasi program.

Pratama, A. A., Ardian, J., Lastyana, W., Jauhari, M. T., & Rahmiati, B. F. (2023). Hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia 1–5 tahun. Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, dan Kesehatan, 4(2), 33–38.

Rahmadani, G., & Wulan Dari, S. (2025). Pengaruh edukasi gizi terhadap feeding practice ibu balita stunting usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam tahun 2024. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi, 3(1), 156–170.

Santos, T. M., Gonçalves, L. C., & Silva, A. A. M. (2023). Association between child growth monitoring and nutritional status in primary health care. BMC Public Health, 23, 1186.

Sari, A. M., Simbolon, D., & Wahyu, T. (2021). Hubungan cakupan imunisasi dasar dan ASI eksklusif dengan status gizi balita di Indonesia (analisis data Riskesdas 2018). Journal of Nutrition College, 10(4), 335–342.

United Nations Children’s Fund. (2020). UNICEF conceptual framework on maternal and child nutrition.

Warisanti, D., Rimbawan, & Nurdiani, R. (2022). Hubungan kunjungan Posyandu dengan pengetahuan gizi ibu dan status gizi balita. Media Gizi Indonesia, 17(1), 35–42.

World Health Organization. (2022a). Immunization agenda 2030: A global strategy to leave no one behind.

World Health Organization. (2022b). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age.

World Health Organization. (2024a). Immunization coverage fact sheet.

World Health Organization. (2024b). Malnutrition fact sheet.

Downloads

Published

2026-09-03

How to Cite

Aliyati, A. R., Nisa’a, D. R., & Affandi, T. T. (2026). Hubungan Frekuensi Kunjungan Posyandu dan Riwayat Imunisasi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cibingbin. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 475–484. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2535