Gambaran Karakteristik Radiologi Derajat Osteoporosis Berdasarkan Singh Index pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2537Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Usia, Jenis Kelamin, Derajat OsteoporosisAbstract
Osteoporosis masih menjadi permasalahan penyakit degeneratif yang terjadi pada lansia, hal ini sejalan dengan meningkatnya usia harapan hidup maka penyakit degeneratif dan metabolik juga dapat meningkat. Osteoporosis terjadi karena penurunan massa tulang dan kerusakan mikroarsitektur jaringan tulang yang mengakibatkan kerapatan dan kekuatan tulang serta peningkatan resiko patah tulang. Keadaan osteoporosis mempengaruhi lebih dari sepertiga pasien dengan diabetes melitus(DM), hal ini disebabkan karena keadaan hiperglikemia mempunyai efek buruk terhadap fungsi osteoblast dan pembentukan tulang. Untuk mengetahui gambaran karakterisitik radiologi derajat osteoporosis berdasarkan Singh index pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif retrospektif menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik total sampling sebanyak 34 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat. Hasil yang didapatkan frekuensi pada responden diabetes melitus tipe 2 dengan karakteristik terbanyak pada usia > 66 tahun sebanyak 14 (41,2%), jenis kelamin perempuan sebanyak 26 (76,5%), derajat osteoporosis Singh index 5 sebanyak 15 (44,1%). Derajat osteoporosis pada pasien DM Tipe 2 yang diukur menggunakan Singh index lebih banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut dan perempuan.
References
Afni, R., & Hanafi, A. (2019a). Risiko osteoporosis pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru. Journal of Midwifery Science, 3(1), 16–21.
Afni, R., & Hanafi, A. (2019). Risiko osteoporosis pada lansia di UPT Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 3(1), 15–21.
Arania, R., Triwahyuni, T., Esfandiari, F., & Nugraha, F. R. (2021). Hubungan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 146–153. https://doi.org/10.33024/jmm.v5i3.4200
Arrozaq, F., Widiasi, D. E., & Triliana, R. (2021). Pengaruh diabetes melitus tipe 2 pada massa tulang dan kadar kalsium urin dengan usia dan gender yang sama di Malang Raya. Jurnal Kedokteran Komunitas, 9(2), 1–12.
Bahria, Sampeangin, H., & Karmila, D. (2022). Gambaran faktor risiko diabetes melitus pada lansia di Puskesmas Lapadde Kota Parepare. Jurnal Kesehatan Lentera Acitya, 9(1), 172–184. https://www.lppmfatimaparepare
Barondess, D. A., Nelson, D. A., & Schlaen, S. E. (2002). The effects of age and sex on the trabecular bone score of the proximal femur. Bone, 31(4), 501–506.
Dual Energy X-Ray Absorptiometry. (2021). Clinical Sciences at Monash Health. https://www.monash.edu/medicine/scs/research/bone-muscle/clinical-imaging-service/dxa
Goyal, R., Singhal, M., & Jialal, I. (2023). Type 2 diabetes. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513253/
Lubis, S. A. M., Aminah, T. N. F., Pangestuty, S., Atika, R., Sembiring, S. P., & Aidha, Z. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus (DM) di Desa Kubah Sentang Kecamatan Pantai Labu. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 2061.
Milita, F., Handayani, S., & Setiaji, B. (2021). Kejadian diabetes mellitus tipe II pada lanjut usia di Indonesia (Analisis Riskesdas 2018). Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 17(1), 9.
Pakpahan, H. M., & Siregar, A. A. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya osteoporosis di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dinas Provinsi Binjai Sumatera Utara. Jurnal Darma Agung, 32.
Porter, J. L., & Varacallo, M. (2023). Osteoporosis. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441901/
Profil Kesehatan Kota Cirebon. (2024). Profil kesehatan Kota Cirebon. https://diskes.jabarprov.go.id/assets/unduhan/5f3a563c91590831c6c9ac8afd2b6c01.pdf
Reginster, J. Y., & Burlet, N. (2006). Osteoporosis: A still increasing prevalence. Bone, 38(2 Suppl. 1), S4–S9. https://doi.org/10.1016/j.bone.2005.11.024
Resti, H. Y., & Cahyati, W. H. (2022). Kejadian diabetes melitus pada usia produktif di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. HIGEIA, 6(3), 350–361.
Rizky Rohmatulloh, V., Riskiyah, Pardjianto, B., & Sekar Kinasih, L. (2024). Hubungan usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian diabetes melitus tipe 2 berdasarkan 4 kriteria diagnosis di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Karsa Husada Kota Batu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 2528–2543.
Setianingsih, E., Budiwiyono, I., & Hendrianingtyas, M. (2020). Perbedaan petanda osteoporosis dan inflamasi pada pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol. Intisari Sains Medis, 11(2), 511–516.
Shankar, K., Arora, S., & Narang, S. (2011). Singh index in osteoporosis. Journal of Orthopaedic Case Reports, 1(1), 14–16.
Singh, M., Nagrath, A. R., & Maini, P. S. (1970). Changes in trabecular pattern of the upper end of the femur as an index of osteoporosis. The Journal of Bone and Joint Surgery. American Volume, 52(3), 457–467.
Susanto, Y., Afifa, D. S., Alexxander, Prihandiwati, E., Alfian, R., & Rianto, L., et al. (2024). Korelasi karakteristik dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas S. Parman Banjarmasin. Komunitas Farmasi Nasional, 4(1), 664–678.
Wardoyo, S., Firmansyah, T., Prima, N., et al. (2020). Vertebra osteoporosis detection based on bone density using Index-Singh statistical blended method. TELKOMNIKA, 18(1), 148–155.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bezridzal Adam, Irene Max Emman, & Sedayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








