Pengaruh Pendidikan Teman Sebaya terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2542Keywords:
Pendidikan Teman Sebaya, Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi RemajaAbstract
Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas generasi muda, namun pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi masih perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan teman sebaya (peer education), yang dianggap lebih efektif karena menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain preexperimental melalui pendekatan one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 599 siswa, dengan sampel sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pendidikan teman sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja (p<0,05). yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Sebanyak 69 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 1 responden mengalami penurunan, dan 16 responden tidak mengalami perubahan Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi yang efektif di lingkungan sekolah.
References
Agustina, K. S., Agustini, N. R. S., & Wulandari, N. M. A. (2022). Peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi di SMPN 3 Sukawati. Jurnal Abdimas ITEKES Bali, 2(1), 74–78. https://doi.org/10.37294/jai.v2i1.451
Ardiansyah. (2023). Kesehatan reproduksi remaja: Permasalahan dan upaya pencegahan.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Batu Bara. (2022). Banyaknya remaja usia 15–24 tahun yang mendapat penyuluhan kesehatan. https://data.batubarakab.go.id/dataset/ae8c3a41-8a4a-47e5-9c82-a7c2a8c96e91
Badan Pusat Statistik Sumatera Utara. (2020). Data kependudukan Provinsi Sumatera Utara.
Harianti, R., Nurjanah, T., & Hasrianto, N. (2021). Peer education as a method in sexual, reproductive health promotion and risk communication for adolescents. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(2), 213–223.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Kesehatan reproduksi remaja: Permasalahan dan upaya pencegahan.
Linda, S. L. (2019). Pengaruh intervensi pendidikan kesehatan reproduksi dengan metode peer group terhadap konsep diri remaja di MAN 1 Kota Ternate. Jurnal Media Informasi Kesehatan, 6(2), 155–166. https://doi.org/10.36743/medikes.v6i2.178
Lorenz, Q. Q. F., & Permatasari, H. (2023). Implementasi peer education dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi.
Mambu, A. E. (2014). Pelayanan kesehatan reproduksi remaja di tingkat pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Jurnal Ners, 8(2), 1–16.
Novyriana, E., & Qomar, U. L. (2020). Peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi melalui peer group educator. Prosiding University Research Colloquium.
Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2019). Situasi kesehatan reproduksi remaja. http://www.pusdatin.kemkes.go.id/
Rini, D. S., Muhsinah, S., & Tahir, R. (2022). Edukasi metode peer group tentang HIV/AIDS terhadap pengetahuan dan perilaku seksual remaja. Jurnal Kesehatan Primer, 7(2), 139–150.
Sari, Y., Lajuna, L., & Ramli, N. (2021). Efektifitas peer group education dan penyuluhan reproduksi remaja putri. Jurnal Healthcare Technology and Medicine, 7(2), 566–580.
Siddiqui, M., Kataria, I., Watson, K., & Chandra-Mouli, V. (2020). A systematic review of the evidence on peer education programmes for promoting the sexual and reproductive health of young people in India. Sexual & Reproductive Healthcare Matters, 28(1). https://doi.org/10.1080/26410397.2020.1741494
Sopacua, D. T., Sari, C. W. M., Agustina, H. S., Irza, D., & Rahayuwati, L. (2023). Factors related to sexual behavior among adolescents in West Java. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 11(3), 184–191. https://doi.org/10.24198/jkp.v11i3.2327
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sulistyorini, C. S., Wardani, D. A., & Sari, D. D. (2021). Hubungan sikap dan peran teman sebaya dengan perilaku seksual pada remaja. Karya Ilmu Kesehatan, 6.
UNICEF. (2022). Adolescents.
Wijayanti, E., & Dewi, R. K. (2025). Implementasi metode peer educator untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja di sekolah. Jurnal Sapta Mengabdi, 5(1), 32–36. http://ojs.stikessaptabakti.ac.id/index.php/jsm
Wirenviona, R., & Riris, A. A. I. D. C. (2020). Edukasi kesehatan reproduksi remaja. Airlangga University Press.
World Health Organization. (2021). Kesehatan reproduksi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lydia Paramitha, Zuhrina Aidha, Rahmat Hidayat, Eliska, & Salianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








