Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Gyssens dan ATC/DDD terhadap Outcome Klinis Pasien Rawat Inap Diare Anak di Salah Satu RS Kota Bekasi

Authors

  • Alifa Lammima Adinda Riyadi* Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Nuzul Gyanata Adiwisastra Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Masita Sari Dewi Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia
  • Ulyati Ulfah Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman, Bekasi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2606

Keywords:

Antibiotik, ATC/DDD, Diare Anak, Metode Gyssens, Outcome Klinis

Abstract

Penggunaan antibiotik yang rasional pada pasien anak dengan diare perlu diperhatikan untuk memastikan terapi sesuai indikasi dan mencegah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan secara kuantitatif menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD), serta menganalisis hubungannya dengan lama rawat inap dan outcome klinis pasien anak dengan diare di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bekasi periode tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain retrospektif dan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 115 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik paling banyak termasuk kategori 0 sebanyak 65 pasien (56,5%), kategori I sebanyak 37 pasien (32,2%), kategori IIA sebanyak 3 pasien (2,6%), dan kategori IVA sebanyak 10 pasien (8,7%). Ceftriaxone merupakan antibiotik dengan konsumsi tertinggi sebesar 34,88 DDD/100 patient-days. Sebanyak 82 pasien (71,3%) sembuh dan 33 pasien (28,7%) membutuhkan perawatan lebih lama. Hasil uji Chi-Square dan Fisher's Exact tidak menemukan hubungan bermakna antara kategori Gyssens, jumlah antibiotik, maupun nilai ATC/DDD dengan lama rawat inap ataupun outcome klinis (p>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik telah rasional, dengan ceftriaxone sebagai antibiotik yang paling banyak digunakan, namun belum ditemukan hubungan statistik antara penggunaan antibiotik dengan luaran klinis pasien.

References

Adiwisastra, N. G., Azizah, M., & Khasanah, U. (2024). Peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan, penyimpanan dan resistensi antibiotika pada anak di wilayah Kabupaten Bekasi. Jurnal Medika Mengabdi, 3(2), 38–42.

Ainni, A. N., Khuluq, M. H., & Nisa, I. A. K. (2024). Analisis hubungan penggunaan antibiotik dengan lama terapi pasien anak diare akut di RSUD Soedirman. Jurnal Farmasi Indonesia, 16(2), 136–142. https://doi.org/10.35617/jfionline.v16i2.219

Al Farizi, G. R., Gloria, F., Dewi, R. M., Aldila, S., Ramadhani, C. W., Busdha, D., & Suwarni, S. (2024). Evaluation of intravenous antibiotic use in pediatric pneumonia patients using ATC/DDD and Gyssens methods at Primaya Hospital Semarang. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFK), 21(2), 173–181.

Cathleen, F., Soelaeman, M. F., & Lieana, C. (2023). Risk factor of child diarrhea in Indonesia: A systematic review. Cermin Dunia Kedokteran, 50(11), 632–639. https://doi.org/10.55175/cdk.v50i11.811

Dyanto, N., & Ramatillah, D. L. (2024). Evaluation of antibiotic usage using the Gyssens qualitative method in pediatric inpatients with diarrhea at a teaching hospital in North Jakarta. Asian Journal of Social and Humanities, 2(4), 911–922. https://doi.org/10.59888/ajosh.v2i4.229

Fitri, W. D., Fitri, A., Rahmat, A. A., Nasution, H. S., & Kasyani. (2025). Determinants of diarrhea incidence in toddlers in the work area Paal V Health Center 2024. International Journal of Medicine and Health, 4(1), 86–93. https://doi.org/10.55606/ijmh.v4i1.5612

Maharani, P., Wicaksono, I. A., Puspita, F., & Zainudin, H. M. (2024). Evaluation of antibiotic use in pediatric inpatients at one of Bandung regional hospitals in August 2023. Pharmacology and Clinical Pharmacy Research, 9(1), 37–45. https://doi.org/10.15416/pcpr.v9i1.52984

Munfarida, E. (2025). Hubungan rasionalitas antibiotik empiris terhadap luaran klinis serta length of stay pasien di RSUD dr. Rehatta Jepara. Majalah Farmaseutik, 22(2), 166–176. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v22i1.106957

Novita, R. P., Amriani S, A., Wijaya, D. P., & Novelia, D. (2023). Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien anak dengan diare akut. Jurnal Penelitian Sains, 25(1), 56–60.

Sari, N. A., Rosiana, Dewi, M. S., & Adiwisastra, N. G. (2025). Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa di instalasi rawat inap rumah sakit di daerah Kabupaten Bekasi tahun 2024. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 14(2), 125–130. https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2134

World Health Organization. (2024). Diarrhoeal disease. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease

Downloads

Published

2026-08-30

How to Cite

Riyadi, A. L. A., Adiwisastra, N. G., Dewi, M. S., & Ulfah, U. (2026). Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Gyssens dan ATC/DDD terhadap Outcome Klinis Pasien Rawat Inap Diare Anak di Salah Satu RS Kota Bekasi. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 414–422. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2606