Hubungan Risiko Kardiovaskular dengan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X

Authors

  • Muhammad Farhan Satya Baskoro* Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Marselina Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Nuzul Gyanata Adiwisastra Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Ulyati Ulfah Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2626

Keywords:

Hipertensi, Kerasionalan Terapi, Kepatuhan Terapi, Risiko Kardiovaskular, Antihipertensi

Abstract

Hipertensi memerlukan terapi jangka panjang sehingga kerasionalan penggunaan obat dan kepatuhan terapi perlu diperhatikan untuk menekan risiko kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi dengan distribusi risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X. Penelitian observasional analitik retrospektif menggunakan data sekunder 40 rekam medis pasien rawat jalan Jaminan Kesehatan Nasional berusia 40–74 tahun periode Januari–Juni 2026 yang dipilih secara purposif. Kerasionalan dinilai melalui tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis menggunakan pedoman Eighth Joint National Committee dan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa 2026 sebagai acuan utama, dengan Formularium Nasional dan informasi resmi BPOM sebagai pendukung. Kepatuhan dihitung menggunakan Medication Possession Ratio, sedangkan risiko kardiovaskular 10 tahun dihitung menggunakan kalkulator Atherosclerotic Cardiovascular Disease. Sebanyak (65,0%) pasien menerima terapi rasional, (92,5%) Pasien tergolong patuh, dan kategori risiko kardiovaskular terbanyak adalah sedang (45,0%). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan distribusi risiko yang bermakna antara kelompok terapi rasional dan tidak rasional (p=0,004<0,05), tetapi tidak antara kelompok patuh dan tidak patuh (p=0,996>0,05). Kerasionalan terapi berhubungan dengan distribusi risiko kardiovaskular, sedangkan kepatuhan berdasarkan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan bermakna pada sampel ini.

References

Anggita, R., Marselina, Adwisastra, N. G., & Dewi, M. S. (2025). Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Antihipertensi dengan Risiko Kardiovaskular di Puskesmas Cikarang. Jurnal Buana Farma: Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(3), 484.

Ardiansyah, M., & Sukandar, E. Y. (2025). Review: Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas di Indonesia. Jurnal Buana Farma, 5(1), 67–75. https://doi.org/10.36805/jbf.v5i1.1294

Arnett, D. K., Blumenthal, R. S., Albert, M. A., Buroker, A. B., Goldberger, Z. D., Hahn, E. J., Himmelfarb, C. D., Khera, A., Lloyd-Jones, D., McEvoy, J. W., Michos, E. D., Miedema, M. D., Muñoz, D., Smith Jr., S. C., Virani, S. S., Williams Sr., K. A., Yeboah, J., & Ziaeian, B. (2019). 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease. Circulation, 140(11), e596–e646. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000678

Bakhtiar, M. I., Yudhistirawati, N., & Hamzah, H. (2023). Analisis DRPs Statin dan Estimasi Risiko Atherosclerotic Cardiovascular Disease (ASCVD) Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RS “X” Samarinda. JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda), 6(2), 85–91.

Danes, V. O., Susilawati, & Sasmito, L. (2025). Hubungan Menopause dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Pralansia di Wilayah Kebonsari Jember. JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin, 3(4), 1–8. https://doi.org/10.59945/jpnm.v3i4.704

Diwati, A., & Sofyan, O. (2023). Profil dan Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Periode Mei–Juli 2021. Majalah Farmaseutik, 19(1), 1–8. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i1.80153

Glasser, S. P., Vitolins, M., Rocco, M. V., Still, C. H., Cofield, S. S., Haley, W. E., & Goff, D. (2022). Is Medication Adherence Predictive of Cardiovascular Outcomes and Blood Pressure Control? The Systolic Blood Pressure Intervention Trial (SPRINT). American Journal of Hypertension, 35(2), 182–191. https://doi.org/10.1093/ajh/hpab145

Iqbal, M. F. (2025). Analisis Kejadian Hipertensi dengan Pendekatan Epidemiologi Deskriptif pada Data Surveilans Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Intan Husada: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 13(1), 159–169. https://doi.org/10.52236/ih.v13i1.697

James, P. A., Oparil, S., Carter, B. L., Cushman, W. C., Dennison-Himmelfarb, C., Handler, J., Lackland, D. T., LeFevre, M. L., MacKenzie, T. D., Ogedegbe, O., Smith Jr., S. C., Svetkey, L. P., Taler, S. J., Townsend, R. R., Wright Jr., J. T., Narva, A. S., & Ortiz, E. (2014). 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults. JAMA, 311(5), 507–520. https://doi.org/10.1001/jama.2013.284427

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1199/2025 tentang Formularium Nasional.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/303/2026 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa.

Mukti, G., Harsono, S. B., & Cahyo, L. M. (2024). Analisis Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Geriatri di Rumah Sakit X Periode Tahun 2023. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(2), 389–396. https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i2.558

Setiani, L. A., Zunnita, O., Fauzi, E. M., & Burmanajaya, B. (2025). Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi terhadap Outcome Klinis Pasien Krisis Hipertensi di RSUD Kota Bogor. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 14(1), 12–28. https://doi.org/10.15416/ijcp.2025.v14i1.58844

Wardah, Z., Susanti, I., & Prastiwi, R. (2025). Hubungan Metode MPR (Medication Possession Ratio) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Sugio. Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 10(1), 25.

World Health Organization. (2023). Global Report on Hypertension: The Race Against a Silent Killer. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Baskoro, M. F. S., Marselina, Adiwisastra, N. G., & Ulfah, U. (2026). Hubungan Risiko Kardiovaskular dengan Kerasionalan dan Kepatuhan Terapi pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit X. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 652–659. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2626