Hubungan Nyeri Neuropatik dengan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Stroke Non Hemoragik di RSUD Kota Tangerang

Authors

  • Salsarohma Wardini* STIKes RS Husada: Keperawatan
  • Ribka Sabarina Panjaitan STIKes RS Husada: Keperawatan
  • Rizqa Wahdini STIKes RS Husada: Keperawatan

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2645

Keywords:

Stroke Non Hemoragik, Nyeri Neuropatik, Kualitas Tidur, DN4, PSQI

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang paling sering terjadi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa nyeri neuropatik yang berdampak pada kualitas tidur serta proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nyeri neuropatik dengan kualitas tidur pada pasien pasca stroke non hemoragik di RSUD Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 125 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Douleur Neuropathique 4 (DN4) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93 responden (74,4%) mengalami nyeri neuropatik dan 32 responden (25,6%) tidak mengalami nyeri neuropatik. Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk, yaitu 91 responden (72,8%), sedangkan 34 responden (27,2%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara nyeri neuropatik dengan kualitas tidur pada pasien pasca stroke non hemoragik di RSUD Kota Tangerang dengan nilai p-value = 0,048 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa nyeri neuropatik berhubungan dengan kualitas tidur, dimana pasien yang mengalami nyeri neuropatik cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih buruk. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam meningkatkan pengkajian dan penatalaksanaan nyeri untuk mendukung kualitas tidur pasien.

References

Aditama, M. (2024). Pengelolaan gangguan mobilitas fisik pada pasien hemiparesis dengan stroke non hemoragik. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 2(1), 8–14. https://doi.org/https://doi.org/10.35473/jkbs.v2i1.2444

Aulia, A. (2025). JPPK (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Volume 09 Nomer 01 Tahun 2025 29. 09, 29–38.

Hardika, B. D., Yuwono, M., & Zulkarnain, H. M. (2020). Faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya stroke non hemoragik pada pasien di RS RK Charitas dan RS Myria Palembang. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(2), 268–274. https://doi.org/10.36565/jab.v9i2.234

Jaya, M. (2023). Identifikasi dan manajemen pada nyeri sentral pasca stroke. Damianus Journal of Medicine, 22(1), 69–83.

Mongkau, L. K., Langi, F. L. F. G., & Kalesaran, A. F. C. (2022). Studi ekologi prevalensi diabetes melitus dengan stroke di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1156–1162. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i2.4027

Nurjanah, S., Anggranaeni, V., Putri, D., & Ritonga, C. (2025). Analisis perilaku bullying dan dampaknya terhadap kesehatan mental santri di Madrasah Tsanawiyah. AEJ: Advances in Education Journal, 2(3), 927–936.

Putri, A. T., Wahyuni, D., & Adhisty, K. (2023). Kualitas tidur buruk pada pasien riwayat stroke iskemik di Palembang. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 6(2), 272–280. https://doi.org/10.32524/jksp.v6i2.994

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Wardini, S., Panjaitan, R. S., & Wahdini, R. (2026). Hubungan Nyeri Neuropatik dengan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Stroke Non Hemoragik di RSUD Kota Tangerang. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1866–1875. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2645