Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian PONV pada Pasien Spinal Anestesi di RSUD RH Satibi Kabupaten Bogor

Authors

  • Muhamad Umar* Program Studi Sarjana Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Vidya Urbaningrum Program Studi Sarjana Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2664

Keywords:

Lama Puasa, PONV, Spinal Anestesi, Pasca Operasi

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah tindakan pembedahan dengan anestesi spinal. Kejadian PONV dapat meningkatkan ketidaknyamanan pasien, memperpanjang masa perawatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kejadian PONV adalah lama puasa preoperatif. Mengetahui hubungan lama puasa dengan kejadian PONV pada pasien dengan spinal anestesi di RSUD RH Satibi Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden menjalani puasa lebih dari 8 jam dan sebagian mengalami kejadian PONV dalam 15 menit pertama pasca operasi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian PONV (p < 0,05). Pasien dengan durasi puasa lebih dari 8 jam memiliki risiko lebih tinggi mengalami PONV dibandingkan dengan pasien yang menjalani puasa sesuai rekomendasi. Penelitian ini terdapat hubungan antara lama puasa preoperatif dengan kejadian PONV pada pasien spinal anestesi. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan manajemen puasa preoperatif sesuai SOP untuk meminimalkan risiko PONV dan meningkatkan kualitas pelayanan perioperative.

References

Brunner, & Suddarth. (2023). Buku ajar keperawatan medikal bedah (M. Ester & E. Pangabean, Eds.; Edisi ke-8). EGC.

Cing, M. T. G. C., Hardiyani, T., & Hardini, D. S. (2022). Faktor yang mempengaruhi kejadian mual muntah post operasi. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(1), 16–21. https://doi.org/10.33860/jik.v16i1.537

Gan, T. J., Belani, K. G., Bergese, S., Chung, F., Diemunsch, P., Habib, A. S., Jin, Z., Kovac, A. L., Meyer, T. A., Urman, R. D., Apfel, C. C., Ayad, S., Beagley, L., Candiotti, K., Englesakis, M., Hedrick, T. L., Kranke, P., Lee, S., Lipman, D., ... Philip, B. K. (2020). Consensus guidelines for the management of postoperative nausea and vomiting. Anesthesia & Analgesia, 118(1), 85–113.

Gwinnutt, C. L. (2021). Catatan kuliah anestesi klinis (Edisi ke-3; D. Susanto, Penerj.). EGC.

Hendro, R. T., Pradian, E., & Indriasari, I. (2018). Penggunaan skor Apfel sebagai prediktor kejadian mual dan muntah pascaoperasi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Anestesi Perioperatif, 6(2), 89–97. https://doi.org/10.15851/jap.v6n2.1425

Rosidah, S., Kresnoadi, E., & Setyorini, R. H. (2017). Perbandingan lama analgesia bupivakain hiperbarik + dexamethason intratekal dengan bupivakain hiperbarik + NaCl intratekal pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal. Unram Medical Journal, 6(2.1). https://doi.org/10.29303/jku.v6i2.1.206

Sudjito, M. H., Mulyata, & Setyawati, T. (2018). Kejadian mual muntah pasca-laparotomi (PONV) setelah pemberian granisetron dibandingkan setelah pemberian kombinasi ondansetron-deksametason. Cermin Dunia Kedokteran, 45(3), 172–175. https://doi.org/10.55175/cdk.v45i3.813

Downloads

Published

2026-09-14

How to Cite

Umar, M., & Urbaningrum, V. (2026). Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian PONV pada Pasien Spinal Anestesi di RSUD RH Satibi Kabupaten Bogor. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 684–689. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2664