Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah

Authors

  • Wahyu Annisyah* Universitas Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Yulia Khairina Ashar Universitas Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Salianto Universitas Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Dewi Agustina Universitas Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Muhammad Ridwan Universitas Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2689

Keywords:

ISPA, Lingkungan Fisik Rumah, Pengetahuan Ibu

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan penting pada balita karena tingginya kerentanan kelompok pada usia ini terhadap infeksi dan risiko berkembang menjadi kondisi yang lebih berat seperti pneumonia. Balita memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Kondisi lingkungan fisik rumah dan pengetahuan ibu menjadi faktor yang dapat berperan dalam kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lingkungan fisik rumah dan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pengukuran lingkungan fisik rumah yang mencakup ventilasi, suhu, kelembapan, pencahayaan, serta kepadatan hunian kamar. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kemaknaan (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan ventilasi (P value=0,014), suhu ruangan (P value=0,001), kelembapan (P value=0,010), kepadatan hunian kamar (P value=0,017), dan pengetahuan ibu (P value=0,000) dengan kejadian ISPA pada balita. Sebaliknya, pencahayaan ruangan tidak menunjukkan hubungan dengan kejadian ISPA (P value=0,065). Penelitian menyimpulkan bahwa ventilasi, suhu, kelembapan, kepadatan hunian kamar, dan pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, sedangkan pencahayaan ruangan tidak berhubungan. Puskesmas diharapkan memperkuat edukasi mengenai rumah sehat dan pencegahan ISPA untuk mengurangi risiko komplikasi pada balita.

References

Ashar, Y. K., & Audina, S. (2025). Hubungan kebiasaan merokok, suhu, dan kelembaban udara dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada lansia di Kelurahan Sari Rejo. Jurnal Inovasi Kesehatan Adaptif, 7(11).

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2023). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Haris, N., Rismayanti, & Dwinata, I. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita: Factors related to the incidence of acute respiratory infection on children under five age. Hasanuddin Journal of Public Health, 2(3), 251–265. https://doi.org/10.30597/hjph.v2i3.13519

Iriyanti, M. (2024). Hubungan kondisi lingkungan rumah dan kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Kampung Pepayungen Angkup Kecamatan Aceh Tengah. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 7(2), 354–359. https://doi.org/10.32524/jksp.v7i2.1338

Irma. (2025). Hubungan kepadatan hunian dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita. Journal of Public Health Science, 2(4), 600–607. https://doi.org/10.70248/jophs.v2i4.2937

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Novita, E., Rikandi, M., & Saputri, M. (2025). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) pada balita usia 0–59 bulan di Puskesmas X. Jurnal Kesehatan Lentera ’Aisyiyah, 8(1), 24–29. https://doi.org/10.58170/jkla.v8i1.235

Pramudita, R., & Ernyasih. (2025). Hubungan perubahan iklim (suhu udara, curah hujan, dan kelembapan) terhadap kejadian ISPA: Tinjauan literatur. FLORONA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(2), 72–82. https://doi.org/10.55904/florona.v4i2.1581

Putra, R. M., Hidayati, F., Lesmana, O. S., Fitri, A., & Kasyani. (2025). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Payo Selincah. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 6855–6868. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.44952

Rajwa, W., Fahdhienie, F., & Arivin, V. N. (2024). Faktor risiko lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Darul Imarah Aceh Besar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 7(6), 1695–1703. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i6.5166.

Rohmani, R., Apay, F., Felle, Z. R., Yaroseray, M. M., & Lokobal, M. (2025). Hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Asolokobal. Jurnal Ners, 9(4), 7277–7282. https://doi.org/10.31004/jn.v9i4.50152

Sabila, R., Amin, F. A., & Hasnur, H. (2023). Hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Peusangan tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2779–2786. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i3.17686

Wang, Y., Han, R., Ding, X., Chen, J., Feng, W., Wang, C., Gao, R., & Ma, A. (2025). A 32-year trend analysis of lower respiratory infections in children under 5: Insights from the Global Burden of Disease Study 2021. Frontiers in Public Health, 13, 1483179. https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1483179

Widianti, S., & Indrawati, D. (2026). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pencegahan ISPA pada anak balita. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, 16(1), 182–191. https://doi.org/10.52047/jkp.v16i1.457

Downloads

Published

2026-09-17

How to Cite

Annisyah, W., Ashar, Y. K., Salianto, Agustina, D., & Ridwan, M. (2026). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 736–748. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2689