Evaluasi Mutu Fisik dan Konsentrasi Optimal Salep Ekstrak Daun Pulai (Alstonia Scholaris L.) terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Sayat pada Mencit Putih (Mus Musculus)

Authors

  • Meilia Risqi 'Ani Rohimah* Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Riana Putri Rahmawati Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Istianatus Sunnah Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus Universitas Muhammadiyah Kudus

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2697

Keywords:

Alstonia Scholaris, Herbal Ointment, Mus musculus, Wound Healing, Wound Healing Activity

Abstract

Penyembuhan luka merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan regenerasi jaringan untuk menggantikan jaringan yang rusak. Luka sayat butuh penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terus dikembangkan, salah satunya daun pulai (Alstonia scholaris L.) yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berperan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi mutu fisik dan efektivitas salep ekstrak daun pulai terhadap kesembuhan luka sayat pada mencit putih (Mus musculus). Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui tahapan ekstraksi, formulasi, pengujian mutu fisik serta efektivitas terhadap luka sayat. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dan diformulasikan menjadi salep dengan variasi konsentrasi F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (10%), serta F0 (kontrol negatif) dan povidon iodin 10% (kontrol positif). Uji mutu fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Uji efektivitas dilakukan selama 14 hari dengan parameter panjang luka dan persentase penyembuhan luka. Data dianalisis uji normalitas, homogenitas, Kruskal-Wallis dan Pairwise Comparisons. Hasil menunjukkan seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik. Hasil persentase kesembuhan luka secara berturut-turut adalah F0 66% ± 5,862, F1 76% ± 2,927, F2 83% ± 1,911, F3 96% ± 6,670 dan kontrol positif 98% ± 6,554. Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan efektivitas penyembuhan luka, F3 (10%) menunjukkan hasil tertinggi dan mendekati kontrol positif. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05). Penelitian ini menunjukkan ekstrak daun pulai dengan konsentrasi 10% menjadi konsentrasi optimal sediaan salep yang efektif untuk penyembuhan luka sayat.

References

Acnes, V., Mabela, P., Santoso, J., & Ardya, H. (2024). Pengaruh formulasi sediaan gel ekstrak daun pegagan (Centella asiatica Linn.) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit (Mus musculus). Akfarindo, 9(2), 116–122. https://doi.org/10.37089/jofar.vi0.334

Adriana, U. H., Nofita, & Marcelia, S. (2024). Uji aktivitas kombinasi ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dan pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai antibakteri pada Salmonella typhi. Jurnal Malahayati, 11(1), 185–196. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i1.13034

Aihena, N. (2023). Formulasi dan evaluasi sediaan salep luka bakar basis hidrokarbon ekstrak etanol daun katang-katang (Ipomoea pes-caprae L.). Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(4). https://doi.org/10.61132/corona.v1i4.116

Alfilaili, B. S., Hajrin, W., & Juliantoni, Y. (2021). Optimasi konsentrasi vaselin album dan adeps lanae pada formulasi salep ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.). Acta Pharmaceutica Indonesia, 9(2), 119–127. https://doi.org/10.20884/1.api.2021.9.2.4084

Amelia, F., & Hamidah, A. (2025). Penyembuhan luka sayat mencit dengan daun tapak dara sebagai media pembelajaran fisiologi. Prosiding Seminar Nasional IPA XV, 369–380.

Anjarwati, N., Yuliastri, W. O., & Tasman. (2024). Uji efektivitas fraksi daun ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 3(4), 214–224. https://doi.org/10.54883/jpmw.v3i4.44

Arinata, I. K. T., Sudira, I. W., Samsuri, S., Merdana, I. M., & Dharmayudha, A. A. G. O. (2025). Evaluasi salep simplisia daun kembang sepatu terhadap pertumbuhan rambut. Majalah Farmasetika, 10(2), 122–132. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v10i2.59421

Bulu, J. R., Agustini, T., Yuliana, A., & Aqiyah, Y. (2026). Penatalaksanaan perawatan luka pada pasien vulnus laseratum. Jurnal Kesehatan, 3(10), 512–521.

Carolina, T., Nugraha, D. F., & Fetriyah, U. H. (2020). Uji aktivitas ekstrak daun sangkareho terhadap penyembuhan luka sayat. Jurnal Surya Medika, 7(2), 262–269. https://doi.org/10.33084/jsm.v7i2.2698

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage.

De, S., Das, R., Adhikari, M., Ghosh, P., Mohanty, J. P., & Sharma, C. (2024). An updated review on Alstonia scholaris. Journal of Medicinal Plants Studies, 12(2), 43–51. https://doi.org/10.22271/plants.2024.v12.i2a.1652

Dewi, A. P., Shufyani, F., & Putriani, K. (2025). Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun matoa. Jurnal Eksakta, 4(2), 175–184.

Dewi, L., Slamet, T., & Zianida, N. Z. (2024). Aktivitas antioksidan ekstrak daun kentang hitam metode DPPH. Jurnal Ilmiah Farmasi, 12(1), 1–7.

Enjelina, S. M., et al. (2024). Formulasi dan uji fisik salep kombinasi ekstrak putri malu. Jurnal Buana Farma, 4(3), 287–293.

Farberg, A. S., et al. (2024). Over-the-counter healing ointment benefits. Journal of Drugs in Dermatology, 23(5), 360–365.

Hertian, R., Muhaimin, & Sani, F. (2021). Uji efektivitas ekstrak daun ekor naga terhadap luka sayat mencit. Indonesian Journal of Pharma Science, 1(1), 11–20.

Kawarnidi, T., Septiarini, A. D., & Wardani, T. S. (2022). Formulasi dan evaluasi salep ekstrak daun ketepeng cina. Jurnal Farmasi Indonesia, 2(1), 1–11.

Kurniasih, K. S. I., et al. (2025). Optimasi ekstraksi menggunakan response surface methodology. Majalah Farmaseutik, 21(2), 204–212.

Lidyawati, L., Hidayati, N., & Ceriana, R. (2021). Formulasi salep ekstrak daun katuk. Journal of Pharmaceutical and Health Research, 2(3), 76–81.

Man, Y., & Liu, C. (2022). Review of ointment formulations. Scientific Journal of Technology, 4(5), 72–76.

Natasya, A., et al. (2025). Pengaruh suhu terhadap ekstraksi tanin. Syntax Literate, 10(11), 9380–9394.

Qomariyah, Z., & Ratnasari, D. (2023). Formulasi salep zink oksida berbasis cera alba. Jurnal Farmasi Galenika, 10(1), 56.

Rumalolas, M., et al. (2024). Antibacterial activity of pulai leaves. Jurnal Biologi Tropis, 24(1), 85–91.

Thomas, N. A., et al. (2025). Uji aktivitas ekstrak daun pulai. Journal of Pharmacology and Natural Products, 2(2), 1–8.

Wiwik, W. T., Irwandi, I., & Hardia, L. (2024). Formulasi salep ekstrak mangrove. Jurnal Etnofarmasi, 2(1), 1–7.

Downloads

Published

2026-09-23

How to Cite

Rohimah, M. R. A., Rahmawati, R. P., & Sunnah, I. (2026). Evaluasi Mutu Fisik dan Konsentrasi Optimal Salep Ekstrak Daun Pulai (Alstonia Scholaris L.) terhadap Kecepatan Penyembuhan Luka Sayat pada Mencit Putih (Mus Musculus). JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 827–843. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2697