Perbedaan Persentase Pertumbuhan Lactobacillus sp dan Staphylococcus sp pada Ipomoea batatas di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan 2026

Authors

  • Rotua Delima Nahampun Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan
  • Seri Rayani Bangun Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan
  • Ruth Agree Kartini Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan
  • Rica Vera Br Tarigan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2703

Keywords:

Bacterial Growth, Ipomoea batatas, Lactobacillus sp., Natural Growth Medium, Staphylococcus sp

Abstract

Media sintetis yang digunakan dalam pemeriksaan mikrobiologi relatif bergantung pada bahan kimia dan memerlukan biaya, sehingga diperlukan media alternatif berbahan alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase pertumbuhan Lactobacillus sp. dan Staphylococcus sp. serta menganalisis perbedaannya pada media umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Penelitian menggunakan metode pre-experimental dengan pendekatan studi komparatif. Populasi penelitian berupa koloni Lactobacillus sp. yang diperoleh dari yogurt, yakult, dan susu murni serta Staphylococcus sp. dari kultur murni. Sampel berupa koloni kedua bakteri yang ditumbuhkan pada media Ipomoea batatas dengan tiga kali pengulangan. Instrumen meliputi lembar observasi, cawan petri, inkubator, mikroskop, colony counter, dan peralatan pendukung. Data dianalisis menggunakan SPSS melalui uji normalitas, homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase pertumbuhan Lactobacillus sp. sebesar 30,79% dan Staphylococcus sp. sebesar 69,20%, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, terdapat perbedaan signifikan antara persentase pertumbuhan kedua bakteri, dengan pertumbuhan Staphylococcus sp. lebih tinggi pada media Ipomoea batatas.

References

Abigail Soesana, & Subakti, H. (2023). Metodologi penelitian kuantitatif. Yayasan Kita Menulis. https://repository.unugiri.ac.id:8443/id/eprint/4881/1/

Adiputra Sudarma, I. M., & Trisnadewi, N. W. (2021). Metode penelitian kesehatan. Yayasan Kita Menulis.

Dina Andriyana Thawil. (2020). Pertumbuhan bakteri pada media alternatif pengganti nutrient agar. Jurnal Pendidikan Kesehatan.

Endang Yuswatiningsih. (2025). Buku ajar metode penelitian untuk mahasiswa. Samudra Biru.

Khaerunnisa. (n.d.). Pemanfaatan air rebusan umbi kuning dan ungu sebagai media alternatif pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Yogyakarta.

Miksusanti. (2020). Umbi-umbian dan resisten starch sebagai prebiotik untuk kesehatan. PT Nasya Expanding Management.

Prihastini Setyo Wulandari. (2025). Pemanfaatan ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam.) terhadap aktivitas Staphylococcus aureus dalam gel infusa. Jurnal Kesehatan Pendidikan, 11(1), 115–124.

Rahayu, E. S. (2021). Media alternatif untuk pertumbuhan bakteri menggunakan sumber karbohidrat yang berbeda: Alternative media for bacterial growth using a different source of carbohydrates. Jurnal Pendidikan Nasional Biologi FKIP UNS.

Rahmawati. 2024. “Medium Fermentasi Berbasis Ubi Jalar ( Ipomoea Batatas L .) Selama Proses Fermentasi ( Kajian Jenis Isolat Dan Jenis Tepung Ubi Jalar ).” 4(4): 133–41.

Ramadhan. (2021). Sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Pendidikan Biologi, 10(1).

Rizka Zulfikar. (2024). Metode penelitian kuantitatif. Depok.

Saati, E. A., & Wahyudi, A. (2024). Analisis kandungan antosianin. PT Literasi Nusantara Abadi Grup.

Sugeng Lubar. (2021). Metode penelitian kuantitatif. PT Jamus Baladewa Nusantara. https://books.google.co.id/books?id=spQdeqaaqbaj&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA93&dq=Uji+validitas&hl=id&source=newbks_fb&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Sun, H., Zhang, P., Zhu, Y., Lou, Q., & He, S. (2018). Antioxidant and prebiotic activity of five peonidin-based anthocyanins extracted from purple sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lam.). Scientific Reports, 8, Article 5018. https://doi.org/10.1038/s41598-018-23397-0

Supriyadi. (2022). Evaluasi pembelajaran. Azzia Karya Bersama.

Syapitri, H. (2021). Buku ajar metodologi penelitian kesehatan. Ahlimedia Press.

Widodo. (2021). Bioteknologi industri susu. Gadjah Mada University Press.

World Health Organization. (2023). WHO antimicrobial resistance (AMR). https://mc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10336207/pdf/bjbs-80-11387.pdf

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Nahampun, R. D., Bangun, S. R., Kartini, R. A., & Tarigan, R. V. B. (2026). Perbedaan Persentase Pertumbuhan Lactobacillus sp dan Staphylococcus sp pada Ipomoea batatas di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan 2026. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1420–1434. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2703