Analisis Respon Mahasiswa terhadap Desiminasi Informasi Penyakit Menular Melalui Media Digitalisasi Humas RS
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2723Keywords:
Diseminasi Informasi, Media Digital, Humas Rumah Sakit, Respons Mahasiswa, Penyakit MenularAbstract
Penyakit menular masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penyampaian informasi secara cepat, mudah dipahami. Perkembangan media digital memberikan peluang bagi humas rumah sakit untuk memperluas jangkauan komunikasi kesehatan, tetapi keberhasilan diseminasi tidak hanya ditentukan oleh keterpaparan informasi, melainkan juga oleh respons penerima pesan. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons mahasiswa terhadap diseminasi informasi penyakit menular melalui media digital humas rumah sakit, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif Program Studi Administrasi Rumah Sakit tahun akademik 2025/2026 sebanyak 45 orang dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel dan uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara strategi diseminasi informasi digital dengan respons mahasiswa pada tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diseminasi informasi digital humas rumah sakit berada pada kategori baik sebesar 60%, sedangkan 33,3% berada pada kategori kurang baik. Respons mahasiswa pada aspek kognitif, afektif, dan konatif masing-masing berada pada kategori baik sebesar 82,2%, 77,8%, dan 73,4%. Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara strategi diseminasi informasi digital dengan respons mahasiswa, dengan koefisien korelasi 0,380 dan nilai p sebesar 0,010. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik strategi diseminasi informasi digital yang dilakukan humas rumah sakit, semakin baik pula respons mahasiswa terhadap informasi penyakit menular. Optimalisasi kualitas, relevansi, dan penyajian konten digital diperlukan agar komunikasi kesehatan tidak berhenti pada penerimaan informasi, tetapi turut mendukung sikap dan kecenderungan perilaku pencegahan penyakit menular.
References
Afful-Dadzie, E., Afful-Dadzie, A., & Egala, S. B. (2023). Social media in health communication: A literature review of information quality. Health Information Management Journal, 52(1), 3–17. https://doi.org/10.1177/1833358321992683
Armstrong, M., et al. (2021). Social media and public health communication: Impact on health awareness and behavior. Journal of Health Communication, 26(4), 245–257.
B F Skinner, B.F. 1953, Science and Human Behavior, Macmillan, New York.
Bloom, B.S. 1956, Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals, David McKay Company, New York.
Chesser, A., Drassen Ham, A., & Keene Woods, N. (2020). Assessment of COVID-19 knowledge among university students. American Journal of Health Education, 51(4), 250–261.
Freeman, J. L., Caldwell, P. H. Y., & Scott, K. M. (2023). How adolescents trust health information on social media: A systematic review. Academic Pediatrics, 23(4), 703–719. https://doi.org/10.1016/j.acap.2022.12.011
Guckian, J., Utukuri, M., Asif, A., Burton, O., Adeyoju, J., Oumeziane, A., Chu, T., & Rees, E. L. (2021). Social media in undergraduate medical education: A systematic review. Medical Education, 55(11), 1227–1241. https://doi.org/10.1111/medu.14567
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Strategi Promosi Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Lawrence Green, L.W. & Kreuter, M.W. 2005, Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach, McGraw-Hill, New York.
Mehrabian, A., & Russell, J. A. (1974). An approach to environmental psychology. MIT Press.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Paramasari, S. N., & Nugroho, A. (2021). Strategi Komunikasi Kesehatan dalam Upaya Membangun Partisipasi Publik pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 5(1), 123–132.
Parsekar, S. S., et al. (2024). Social media utilization and health information behavior among university students. BMC Public Health, 24(1), 1–11.
Pharmaheru, A., et al. (2023). Digital communication strategy in healthcare organizations: A social media perspective. International Journal of Healthcare Management, 16(3), 185–194.
Rasyad, A., et al. (2024). The role of hospital websites in health information dissemination. Journal of Hospital Administration, 13(2), 45–54.
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Alfabeta, Bandung.
Sulaeman Endang Sutisna. (2019). Promosi Kesehatan Teori dan Implementasi di Indonesia. UNS Press: Surakarta.
World Health Organization (2020). Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Action Plan Guidance, WHO, Geneva.
World Health Organization (2021). Communicating Risk in Public Health Emergencies, WHO, Geneva.
World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2024). Health Communication and Dissemination Strategies. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fikri Rayendra, & Azura Arisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








