Tinjauan Kesiapan Implementasi Odontogram dalam Rekam Medis Elektronik di RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Anisa Solehah Program Studi Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia
  • Diansyah Program Studi Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2726

Keywords:

Odontogram, Rekam Medis Elektronik, Hot-Fit, Kesiapan Implementasi, Rumah Sakit

Abstract

Odontogram merupakan bagian penting dalam Rekam Medis Elektronik (RME), namun implementasinya belum berjalan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan meninjau kesiapan implementasi odontogram di RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat menggunakan kerangka Human, Organization, and Technology-Fit (HOT-FIT). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap lima informan. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna telah memahami dan siap memanfaatkan fitur odontogram, sedangkan SIMGOS telah menyediakan fitur odontogram dan infrastruktur pendukung yang dapat digunakan dalam pelayanan. Manajemen juga telah memfasilitasi penyediaan sistem dan sosialisasi, namun monitoring, evaluasi, dan pembakuan implementasi belum berlangsung secara konsisten. Kondisi tersebut menunjukkan belum optimalnya keselarasan (fit) antardimensi HOT-FIT, terutama pada aspek organisasi berupa mekanisme komunikasi dan umpan balik antara pengguna dan pengelola sistem yang belum berjalan secara sistematis.

References

Adellia, & Sidhimantra, I. G. A. S. (2026). Implementasi odontogram digital dalam rancang bangun sistem informasi rekam medis. Jurnal Manajemen Informatika, 15(1), 20–28.

Anggraini, A. F. (2025). Hambatan implementasi rekam medis elektronik di Indonesia menggunakan HOT-FIT Model: literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6, 1632–1642.

Chairunnisah, R., Andriani, H., Susilo, B. B. B., & Alfarah, P. (2026). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berdasarkan HOT-FIT Model di Instalasi Rekam Medis RSUD Kota Mataram. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 14(1).

Hidayatullah, S., Prasetya, D. A., Purnomo, D. A., & Rachmawati, I. K. (2023). HOT FIT model pengembangan sistem informasi. Uwais Inspirasi Indonesia.

Ibrahim, A. A., Ahmad Zamzuri, M. I., Ismail, R., Ariffin, A. H., Ismail, A., Muhamad Hasani, M. H., & Abdul Manaf, M. R. (2022). The role of electronic medical records in improving health care quality: a quasi-experimental study. Medicine, 101(30), e29627.

Ismatullah, N. K., Chairunnisah, R., & Andriani, H. (2025). Technology Readiness and Acceptance Model: analisis kesiapan pengguna dalam penerapan rekam medis elektronik di RSUD Provinsi NTB. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI), 13(1).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Panduan pelaksanaan rekam medik kedokteran gigi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kustiyanti, S. A., & Achadi, A. (2024). Implementasi rekam medis elektronik di instalasi gawat darurat: literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(5), 1134–1140.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Sembel, C. P. D., Khoman, J. A., & Supit, A. S. R. (2023). Analisis kelengkapan dan kesesuaian pengisian odontogram di RSGM X dengan panduan rekam medis kedokteran gigi. e-GiGi.

Stoumpos, A. I., Kitsios, F., & Talias, M. A. (2023). Digital transformation in healthcare: technology acceptance and its applications. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(4), 3407.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.

Sukma, F. K., Zamroni, M., & Lufsiana, L. (2025). Pelaksanaan rekam medis odontogram pasca berlakunya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Sekretariat Negara RI; 2023.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Jakarta: Sekretariat Negara RI; 2004.

Wardhana, E. S., Suryono, S., Hernawan, A., & Nugroho, L. E. (2023). Design and development of web-based dental electronic medical records according to ministry of health standards. Odonto Dental Journal, 10(1), 15–23.

Yulida, R., Lazuardi, L., & Pertiwi, A. A. P. (2023). Tantangan implementasi rekam medis elektronik berdasarkan dimensi sumber daya manusia di RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 26(2).

Yusof, M. M., Kuljis, J., Papazafeiropoulou, A., & Stergioulas, L. K. (2008). An evaluation framework for Health Information Systems: human, organisation and technology-fit factors (HOT-fit). International Journal of Medical Informatics, 77(6), 386–398.

Zuhdi, N. A., & Darmawan, E. S. (2024). Tantangan dalam implementasi rekam medis elektronik terkait kualitas pelayanan di rumah sakit: a scoping review. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 11389.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Solehah, A., & Diansyah. (2026). Tinjauan Kesiapan Implementasi Odontogram dalam Rekam Medis Elektronik di RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1954–1967. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2726