Peran Pinhole dan Stenopic Slit dalam Skrining Kelainan Refraksi pada Siswa Usia Sekolah SDI Assaadah Bidaracina

Authors

  • Bunyamin Rizki Abdillah* Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin
  • Guntur Wijaya Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin
  • Zidni Rahma Aulia Universitas Kristen Krida Wacana
  • Murni Marlina Simarmata Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2786

Keywords:

Refractive Errors, Pinhole, Stenopic Slit, Visual Screening, School-Aged Children

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama penurunan tajam penglihatan pada anak usia sekolah yang dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup. Deteksi dini kelainan refraksi di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam mencegah gangguan penglihatan yang lebih lanjut. Pemeriksaan skrining yang sederhana, cepat, dan mudah diterapkan sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan mata berbasis sekolah. Pinhole dan stenopic slit merupakan alat sederhana yang dapat digunakan untuk membantu membedakan penurunan tajam penglihatan yang disebabkan oleh kelainan refraksi dan penyebab nonrefraktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat penggunaan pinhole dan stenopic slit dalam mendeteksi kelainan refraksi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan siswa yang mengalami penurunan tajam penglihatan berdasarkan hasil pemeriksaan tajam penglihatan awal. Setiap subjek menjalani pemeriksaan tajam penglihatan tanpa koreksi, dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan pinhole dan stenopic slit, kemudian hasilnya dibandingkan dengan pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif sebagai standar acuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tajam penglihatan yang signifikan pada siswa dengan kelainan refraksi setelah penggunaan pinhole dan stenopic slit. Pinhole efektif dalam mengidentifikasi kelainan refraksi secara umum, sedangkan stenopic slit memberikan manfaat tambahan dalam mendeteksi dan mengarahkan evaluasi astigmatisme. Dengan demikian, penggunaan kedua alat tersebut bermanfaat sebagai metode skrining awal dalam program pemeriksaan kesehatan mata berbasis sekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pinhole dan stenopic slit merupakan metode skrining yang efektif, praktis, dan ekonomis untuk mendeteksi kelainan refraksi pada anak usia sekolah. Penerapan pemeriksaan tersebut dapat meningkatkan deteksi dini kelainan refraksi dan mendukung program kesehatan mata berbasis masyarakat.

References

Abdillah, B. R., Nugraha, O. C., & Supandi, H. (2023). Pemeriksaan penderita presbyopia dengan status refraksi hypermetropia, myopia, astigmat dan emetropia masyarakat Cilandak periode Januari 2023. Jurnal Mata Optik, 4(1), 6–17.

Alvarez, M., Benedi-Garcia, C., Concepcion-Grande, P., Dotor, P., Gonzalez, A., Chamorro, E., & Cleva, J. M. (2022). Early detection of refractive errors by photorefraction at school age. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(23), 15880. https://doi.org/10.3390/ijerph192315880

American Optometric Association. (2006). Care of the patient with myopia. https://aoa.org/documents/optometrist/CPG-15.pdf

Anne-Harvey, A., Ho, S. M., Morjaria, P., Gilbert, C., Khan, I., & Minto, H. (2024). IAPB school eye health guidelines: 2024 edition. International Agency for the Prevention of Blindness.

Benjamin, W. J. (n.d.). Clinical refraction. W. B. Saunders Company.

Bennett, A. G., & Rabbetts, R. B. (n.d.). Clinical visual optics (3rd ed.). Butterworth Publisher.

Chen, W., Fu, J., Sun, A., et al. (2021). Pinhole does not increase screening accuracy of detecting decreased best corrected visual acuity in schoolchildren. BMC Ophthalmology, 21, 416. https://doi.org/10.1186/s12886-021-02150-8

Denniston, A. K. O., & Murray, P. I. (2018). Oxford handbook of ophthalmology (4th ed.). Oxford University Press.

Dhiman, S., & Stokkermans, T. J. (2023). Subjective refraction technique: Stenopeic slit. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK594235/

Djua, N. (2016). Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi progresivitas penderita miopia di Poliklinik Mata RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo [Skripsi]. Universitas Negeri Gorontalo

Elliott, D. B. (2020). Clinical Procedures in Primary Eye Care (5th ed.). Elsevier.

Enira, T. A. (2016). Prevalensi dan penyebab kelainan refraksi pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Muhammadiah 16 Palembang [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Palembang.

Hashemi, H., Fotouhi, A., Yekta, A., Ostadimoghaddam, H., & Khabazkhoob, M. (2018). Global and regional estimates of childhood refractive errors. Investigative Ophthalmology & Visual Science, 59(13), 5364–5375. https://doi.org/10.1167/iovs.18-26035

Hermawan, R. A., & Maryani, F. (2024). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Computer Vision Syndrome (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang). Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(7), 1407-1416.

Hermawan, R. A., Budiana, M. W., Saputra, A., & Wijaya, G. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kelainan refraksi yang tidak terkoreksi. Jurnal Mata Optik, 4(1), 33-38.

Ilyas, S., & Yulianti, S. R. (2014). Ilmu penyakit mata (5th ed.). Badan Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Kanclerz, P., Khoramnia, R., & Atchison, D. (2024). Applications of the pinhole effect in clinical vision science. Journal of Cataract and Refractive Surgery, 50(1), 84–94. https://doi.org/10.1097/j.jcrs.0000000000001318

Nazia, U., Kumar, B. S., Salar, B. M. K. M., Atheshm Z, M., & Reddy, V. D. (2009). A comparative clinical survey of the prevalence of refractive errors and eye diseases in urban and rural school children. Canadian Journal of Ophthalmology, 44(3), 328–333.

Opep Cahya Nugraha, Bunyamin Rizki Abdillah, & Rangga Adhitia Hermawan. (2025). Dampak Posisi Penggunaan Kacamata Terhadap Kualitas Penglihatan. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 10(2). https://doi.org/10.51933/health.v10i2.2235

Opubiri, I., & Pedro-Egbe, C. (2013). Screening for refractive error among primary school children in Bayelsa State, Nigeria. The Pan African Medical Journal, 14, 74. https://doi.org/10.11604/pamj.2013.14.74.1345

World Health Organization. (2024). Vision and eye screening implementation handbook. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-26

How to Cite

Abdillah, B. R., Wijaya, G., Aulia, Z. R., & Simarmata, M. M. (2026). Peran Pinhole dan Stenopic Slit dalam Skrining Kelainan Refraksi pada Siswa Usia Sekolah SDI Assaadah Bidaracina. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 981–991. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2786