Pengaruh Minuman Fermentasi Kombucha Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana) terhadap Kadar Asam Urat pada Tikus (Rattus norvegicus) Jantan yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak

Authors

  • Diany Putri Prijatmoko Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Isra Thristy Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2805

Keywords:

Diet Tinggi Lemak, Kadar Asam Urat, Kombucha Salak Sidempuan

Abstract

Asam urat merupakan produk oksidasi akhir dari katabolisme purin yang digambarkan sebagai mediator dari proses patologis seperti stress oksidatif, inflamasi dan disfungsi endotel. Umumnya kadar asam urat normal normal pada Wanita 6 mg/dl dan pada pria 7mg/dl. Keadaan peningkatan kadar asam urat disebut dengan hiperurisemia. Penyebab hiperurisemia adalah ketidak seimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh, gula dan  steter scoby (Symbiotic Consortium of Bacteria and Yeast). Kombucha mempunyai sifat antimikroba, antioksidan, antidiabetes, antidislipidemia dan lain-lain. Buah salak merupakan buah yang memiliki antioksidan yang tinggi yang berguna untuk menghambat dari kerja enzim xanthin oksidase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh minuman fermentasi kombucha salak sidempuan terhadap kadar asam urat pada tikus jantan yang diberikan diet tinggi lemak. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dan menggunakan posttest with control group design. Penelitian ini terdiri dari 4 kelompok perlakuan. Data akan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan post hoc Bonferroni. Rerata kadar asam urat ini menujukkan adanya peningkatan kadar asam urat dengan kelompok pembanding yaitu kelompok kontrol normal (3,61mg/dl) dengan kelompok  kontrol negatif (6,54mg/dl). Sedangkan kelompok yang diberi minuman kombucha buah salak selama 2 minggu memiliki rerata yaitu: kelompok perlakuan 1 (4,74mg) dengan dosis 2,7ml/hari sedangkan, pada kelompok perlakuan 2 (5,51mg/dl) dengan dosis 5,4ml/hari. Hasil uji ANOVA menunjukkan hasil p<0,002 yang bermakna terdapat perbedaan signifikan antar kelompok sehingga hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh minuman fermentasi kombucha salak sidimpuan terhadap kadar asam urat pada tikus percobaan. Terdapat pengaruh pemberian minuman fermentasi kombucha buah salak sidempuan (salacca sumatrana) pada tikus (rattus novergicus) jantan  yang diinduksi diet tinggi lemak.

References

Arsyiyanti, C., Syauqy, A., & Tjahjono, K. (2013). Pengaruh Pemberian Jus Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Sprague Dawley Dislipidemia. Journal of Nutrition College.

Desmarta, K., & Farida, E. (2024). Pengaruh Ekstrak Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis L. ) Terhadap Kadar Asam Urat Tikus Putih Galur Wistar. Indonesian Journal Of Public Health And Nutrition.

Khilyatun, N. Y., Ilhami, K. M., Ramadhani, N. S., & Anis, N. (2023). Fermentasi Kombucha: Teknologi Dan Manfaat Kesehatan.

Martihandini, N., & Rochimat, I. (2024). Characteristics Of Four Variants Of Kombucha Tea As Candidate Of Functional Health Drink. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia (Jmpi). https://doi.org/https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i1.519

Rosi, H. (2020). Indeks Kuning Telur, Bobot, Dan Kandungan Kolesterol Telur Puyuh Yang Diberikan Ekstrak Daun Mengkudu Dalam Air Minum.

Setiawan, I. (2012). The Influence Of Kombucha Tea Concentration On Uric Acids Rattus Novergicus Serum. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/ujc.v1n1.p%25p

Siregar, I. R. (2023). Literatur Review: Pengaruh Pola Makan Dan Kurangnya Aktivitas Fisik Terhadap Terjadinya Obesitas. Jurnal Kesehatan (JK).

Usman, S. Y., Darmawan, G., Hamijoyo, L., & Wachjudi, R. G. (2019). Hyperuricemia Prevalence And Its Metabolic Syndrome Profiles. Indonesian Journal Of Rheumatology.

Downloads

Published

2026-11-02

How to Cite

Prijatmoko, D. P., & Thristy, I. (2026). Pengaruh Minuman Fermentasi Kombucha Salak Sidimpuan (Salacca sumatrana) terhadap Kadar Asam Urat pada Tikus (Rattus norvegicus) Jantan yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1979–1986. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2805