Hubungan Perilaku Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Nelayan di Desa Pasar Terandam Kecamatan Barus Tapanuli Tengah

Authors

  • Rahel Navilia Sihite Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Tri Niswati Utami Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Meutia Nanda Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Syafran Arrazy Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Ismail Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2814

Keywords:

Perilaku Kerja, Kecelakaan Kerja, Nelayan

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan salah satu permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang sering dihadapi oleh nelayan. Kondisi lingkungan kerja yang berisiko, penggunaan peralatan kerja, cuaca yang berubah-ubah, serta perilaku kerja yang tidak aman dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada nelayan di Desa Pasar Terandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menerapkan perilaku kerja aman, yaitu sebanyak 54 responden (54,0%), sedangkan 46 responden (46,0%) menerapkan perilaku kerja tidak aman. Sebanyak 69 responden (69,0%) pernah mengalami kecelakaan kerja dan 31 responden (31,0%) tidak pernah mengalami kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai p-value = 0,022. Nilai Prevalence Ratio sebesar 1,357 dengan 95% CI 1,043–1,766 menunjukkan bahwa nelayan dengan perilaku kerja tidak aman memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecelakaan kerja dibandingkan nelayan dengan perilaku kerja aman. Oleh karena itu, penerapan perilaku kerja aman perlu ditingkatkan melalui edukasi keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pengawasan terhadap praktik kerja nelayan.

References

Adam, S., Akbar, H., & Rizki Fauzan, M. (2023). Determinan kejadian kecelakaan kerja pada nelayan di Kecamatan Bolaang. Public Health Journal, 2. https://journal.iktgm.ac.id/index.php/publichealth

Aprilliani, C., Fatma, F., Syaputri, D., et al. (2022). Keselamatan dan kesehatan kerja (K3). PT Global Eksekutif Teknologi.

Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.5767

Guillot-Wright, S., Wang, L. K. P., Figueira, B. T., Jones, M. O., Maredia, R., & Kichili, N. (2025). Social determinants of occupational injuries among US-based commercial fishermen: A systematic review. International Journal for Equity in Health, 24(1). https://doi.org/10.1186/s12939-024-02363-5

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Ngongoloy, G. N., Pinontoan, O. R., & Kawatu, P. A. T. (2023). Gambaran pengetahuan dan tindakan tentang penggunaan alat pelindung diri pada nelayan perahu besar di Desa Molompar Timur Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 12, 48–55.

Nita, R., Is, J. M., Fahlevi, M. I., & Yarmaliza. (2022). Analisis kejadian kecelakaan kerja pada pekerja perabot kayu di Dunia Perabot Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Jurnal Jurmakemas, 2(1). https://doi.org/10.35308/jurmakemas.v2i1.5214

Papendang, R. Z., et al. (2023). Hubungan antara kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada nelayan di Kelurahan Bahu Lingkungan 1 Kota Manado. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Patandung, L., Thamrin, Y., Wahyu, A., Naiem, M. F., & Amiruddin, R. (2025). Analysis of risk factors for work occupational accidents in fishermen on Lae-Le Island. Journal of Neonatal Surgery, 217(11), 2226–0439. https://www.jneonatalsurg.com

Pintado, J., Shengli, N., Grace, N., Halim, M., Papandrea, D., & Hoibl, A. (2023). Safe and healthy working environments for all. International Labour Organization. https://www.ilo.org

Rakhmawati, J., & Setyaningsih, Y. (2020). Apakah unsafe action dan unsafe condition berpengaruh terhadap kecelakaan nelayan? Jurnal Keperawatan. http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/Keperawatan

Suhartoyo, F. M., Sumampouw, O. J., & Rampengan, N. H. (2022). Occupational accidents among fishermen in Manado, North Sulawesi. e-CliniC, 10(1), 1. https://doi.org/10.35790/ecl.v10i1.37311

Utami, T. N., Arrazy, S., & Wahyudi. (2025). Metode penelitian. CV Merdeka Kreasi Group.

Downloads

Published

2026-10-02

How to Cite

Sihite, R. N., Utami, T. N., Nanda, M., Arrazy, S., & Ismail. (2026). Hubungan Perilaku Kerja dengan Kecelakaan Kerja pada Nelayan di Desa Pasar Terandam Kecamatan Barus Tapanuli Tengah. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1158–1163. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2814