Hubungan Postur Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja bagian Penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Laundry di Kota Binjai
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2821Keywords:
Postur kerja, Durasi kerja, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Nordic Body Map (NBM), ErgonomiAbstract
Pekerjaan pada bagian penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah laundry memiliki aktivitas berulang, durasi kerja relatif lama, dan postur kerja tidak ergonomis yang berisiko menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja bagian penyetrikaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah laundry di Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Postur kerja dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) diukur menggunakan Nordic Body Map (NBM). Sampel berjumlah 121 pekerja yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pekerja memiliki postur kerja berisiko, durasi kerja tidak normal, dan mengalami keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) (p = 0,007) dan durasi kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) (p = 0,015). Pekerja dengan postur kerja berisiko memiliki prevalensi keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) 1,615 kali lebih tinggi (PR = 1,615; 95% CI = 1,113–2,344), sedangkan pekerja dengan durasi kerja tidak normal memiliki prevalensi 1,510 kali lebih tinggi (PR = 1,510; 95% CI = 1,068–2,135). Penerapan ergonomi melalui perbaikan postur, pengaturan durasi kerja, dan pemberian waktu istirahat diperlukan untuk mengurangi keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Dalam perspektif Islam, menjaga kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian dari amanah dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
References
Badan Pusat Statistik Kota Binjai. (2025a). Jumlah penduduk menurut jenis kelamin per kecamatan di Kota Binjai, 2025. BPS Kota Binjai.
Badan Pusat Statistik Kota Binjai. (2025b). Kota Binjai dalam angka 2025 (Vol. 39). BPS Kota Binjai. https://binjaikota.bps.go.id/id/publication/2025/02/28/3f9290d1da6e0b0296cefd57/kota-binjai-dalam-angka-2025.html
Badan Pusat Statistik. (2022). Penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan. https://www.bps.go.id/indicator/6/1170/1/penduduk-bekerja-menurut-lapangan-pekerjaan.html
Dewi, N., Annas, F., Sari, T. A., & Budiharjo, B. (2025). Analisis postur kerja pada aktivitas menyetrika di industri jasa laundry Cio'ta dengan menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). MARS: Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Ilmu Komputer, 3(6), 58–70. https://doi.org/10.61132/mars.v3i6.1210
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai. (2025). Data usaha laundry aktif Kota Binjai [Data tidak dipublikasikan]. DPMPTSP Kota Binjai.
Ginting, J. B., Telaumbanua, A. S., Siregar, S. D., & Suci, T. (2024). Faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorder pekerja laundry Medan Selayang. MIRACLE Journal of Public Health, 7(2). https://doi.org/10.36566/mjph/Vol7.Iss2/381
Grandjean, E., & Kroemer, K. H. E. (1997). Fitting the task to the human: A textbook of occupational ergonomics (5th ed.). Taylor & Francis.
Gunawan, D., Saputra, A. I., & Jumadi, A. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian low back pain pada pekerja laundry. Zona Kedokteran, 15(1).
Harahap, R. A. (2021). Etika dan hukum kesehatan (Edisi ke-1). Merdeka Kreasi.
Hignett, S., & McAtamney, L. (2000). Rapid Entire Body Assessment (REBA). Applied Ergonomics, 31(2), 201–205. https://doi.org/10.1016/S0003-6870(99)00039-3
Hz, H. (2024). Pengendalian risiko ergonomi kejadian gangguan otot rangka pada petugas laundry RS "X" Palembang tahun 2024. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi, 2(4). https://doi.org/10.57213/antigen.v2i4.489
Jazil, T., & Firdaus, A. (2022). The concept and practice of integrity, honesty, and fairness in business: Al-Itqan perspective. Journal of Business Ethics Studies, 1–10.
Kee, D. (2022). Systematic comparison of OWAS, RULA, and REBA based on a literature review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(1), 595. https://doi.org/10.3390/ijerph19010595
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Tafsir Al-Qur'an tematik: Kesehatan dalam perspektif Al-Qur'an. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Kuorinka, I., Jonsson, B., Kilbom, Å., Vinterberg, H., Biering-Sørensen, F., Andersson, G., & Jørgensen, K. (1987). Standardised Nordic questionnaires for the analysis of musculoskeletal symptoms. Applied Ergonomics, 18(3), 233–237. https://doi.org/10.1016/0003-6870(87)90010-X
Leony, F., Halim, W., Suhada, K., & Tjahjadi, K. (2025). Perancangan stasiun menyetrika yang ergonomis untuk penyedia jasa penatu rumahan. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 14(1), 60–75.
Nopiyanti, E., & Susanto, A. J. (2024). Pengukuran risiko ergonomi terhadap gangguan otot rangka (GOTRAK) pada pekerja laundry rumah sakit, 8(2).
Novianus, C., Salsabila, I. F., & Inaku, A. H. R. (2024). Hubungan faktor pekerjaan dengan keluhan gangguan otot dan tulang rangka pada pekerja laundry. Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia, 4(1).
Odebiyi, D. O., & Okafor, U. A. C. (2022). Musculoskeletal disorders, workplace ergonomics and injury prevention. In Ergonomics - New insights. IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.106031
Purwati, K., Saputra, A. I., & Taolin, A. (2023). Hubungan antara postur kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja laundry. Zona Kedokteran, 13(2).
Putri, F., & Rahmat, N. C. A. (2025). Pengaruh lama jam kerja terhadap kelelahan fisik dan psikologis pekerja laundry rumahan. 1(1).
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.
Saingo, R. R., Ruliati, L. P., & Takaeb, A. E. L. (2022). Ergonomic risk of musculoskeletal disorders in laundry workers of public hospital in Kupang City. Media Kesehatan Masyarakat, 4(2), 235–244. https://doi.org/10.35508/mkm
Saleem, S. M., & Jan, S. S. (2022). Islam, ethics and modern medicine from theory to medical practice: A narrative review. Millah: Jurnal Studi Agama, 21(2), 465–490. https://doi.org/10.20885/millah.vol21.iss2.art6
Suarjana, I. W. G., & Negara, N. L. G. A. M. (2024). Prevalence of work-related musculoskeletal disorders among laundry workers in North Sulawesi Province, Indonesia. International Journal of Occupational Safety and Health, 14(2). https://doi.org/10.3126/ijosh.v14i2.60842
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi revisi). Alfabeta.
Tarwaka, Bakri, S. H. A., & Sudiajeng, L. (2004). Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja dan produktivitas. UNIBA Press.
Umima, S., & Utami, T. N. (2022). Faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders pekerja laundry. Prosiding Nasional FORIKES, 83.
Utami, T. N., Susilawati, & Ayu, D. (2021). Manajemen stres kerja: Suatu pendekatan integrasi sains dan Islam (Edisi ke-1). Merdeka Kreasi.
World Health Organization. (2022). Musculoskeletal health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/musculoskeletal-conditions
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Hadin Zakwan, Nadya Ulfa Tanjung, Eliska, Wahyudi, & Nurhanifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








