Hubungan Self Efficacy dengan Self Regulated Learning pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammdiyah Semarang
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2823Keywords:
Cross-Sectional Study, Mahasiswa Kedokteran, Self-Efficacy, Self-Regulated Learning, Spearman CorrelationAbstract
Pendidikan kedokteran menuntut kemampuan belajar mandiri melalui self-regulated learning (SRL) untuk menghadapi beban akademik tinggi, yang dipengaruhi self-efficacy mahasiswa tahun pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self-efficacy dengan SRL pada mahasiswa kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Menggunakan desain kuantitatif observasional analitik cross-sectional, populasi terjangkau adalah mahasiswa angkatan 2025 (n=249) dengan total sampling. Instrumen terdiri dari General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Assessing Academic Self-Regulated Learning, dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil menunjukkan 90,8% responden memiliki self-efficacy tinggi dan 78,3% SRL tinggi, dengan korelasi positif signifikan (p<0,001; r=0,346 moderat). Kesimpulan menyatakan self-efficacy berperan penting mendukung SRL untuk penguatan lifelong learning di pendidikan kedokteran
References
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781071817903
Efendi, D. H., Sandayanti, V., & Hutasuhut, A. F. (2020). Hubungan efikasi diri dengan regulasi diri dalam belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Anfusina: Jurnal Psikologi, 3(1), 21–32.
Halimah, N., Degeng, M. D. K., & Soepriyanto, Y. (2024). Peranan tingkat penerimaan learning management system terhadap kemampuan self regulated learning. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 7(3), 118.
Hasanah, U. (2019). Self-regulated learning pada mahasiswa kedokteran.
Ina, Y. V., Sawitri, A. A. N. K., & Raya, J. A. N. (2024). Hubungan self regulated learning dengan prestasi akademik mahasiswa keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di masa pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Keperawatan, 12.
Prabasari, I. (2021). Self-efficacy pada mahasiswa perempuan: Pengaruh manajemen tanggung jawab sehari-hari.
Rosito, A. C. (2018). Kepribadian dan self-regulated learning. Jurnal Psikologi, 45(3), 189.
Schwarzer, R., & Jerusalem, M. (1995). General Self-Efficacy Scale. In J. Weinman, S. Wright, & M. Johnston (Eds.), Measures in health psychology: A user’s portfolio. Causal and control beliefs (pp. 35–37). NFER-Nelson.
Sudaryono. (2022). Metodologi penelitian. Rajagrafindo Persada.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alpabeta.
Susanti, R. (2023). Penyusunan skala self-regulated learning pada mahasiswa dalam konteks pembelajarandaring. Jurnal Ecopsy,10(1).
Susanto, G., Armyanti, I., Tejoyuwono, A. A. T., & Arundina. (2024). Relationship between self-efficacy and academic resilience in first grade medical students at Faculty of Medicine Universitas Tanjungpura. Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia, 13(3), 213.
Tarumasely, Y. (2021). Pengaruh self regulated learning dan self efficacy terhadap prestasi akademik mahasiswa. JPE: Jurnal Pendidikan Edutama, 8(1).
Wolters, C. A., Pintrich, P. R., & Karabenick, S. A. (2005). Assessing academic self-regulated learning. In K. A. Renninger & J. Dunlosky (Eds.), Handbook of self-regulation of learning and performance (pp. 251–270). Routledge.
Zimmerman, B. J. (2000). Attaining self-regulation: A social cognitive perspective. In M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of self-regulation (pp. 13–39). Academic Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dyalla Natania Putri Alvistra, Mega Pandu Arfiyanti, & Devita Diatri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








