Pengaruh Terapi Bekam (Wet Cupping) terhadap Perbaikan Kualitas Sensorik pada Pasien Pasca Stroke

Authors

  • Rafly Divarsyah Dicky Putra Program Studi Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia
  • Hendra Sutysna Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2827

Keywords:

Terapi bekam, Kualitas sensorik, Pasien pasca stroke, Terapi komplementer

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien, termasuk gangguan kualitas sensorik. Ada  beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit stroke yaitu hipertensi, diabetes dan gangguan irama jantung. Setelah serangan stroke berakhir maka pasien berada pada fase pasca stroke. Pada umumnya penderita stroke mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang dapat menimbulkan efek samping seperti mual-muntah dan perdarahan internal. Untuk menghindari efek tersebut maka upaya tatalaksana non farmakologi ialah terapi bekam. Bekam ialah memantik (mengeluarkan) darah dari badan orang (dengan menelungkupkan mangkuk panas pada kulit menjadi bengkak kemudian digores dengan benda tajam supaya darahnya keluar). Terapi bekam dapat membantu meredakan nyeri, kaku dan melancarkan sirkulasi darah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perbaikan pada kualitas sensorik raba, nyeri superficial, dan sensasi nyeri atau nyeri dalam atau nyeri tekan. Metode: Penelitian yang digunakan ialah analitik komparatif yang dilakukan secara observasional, dengan menggunakan desain penelitian pendekatan studi cohort prospektif dan diamati efek yang terjadi pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding dengan membandingkan pre-post test. Hasil: pada penelitian ini terdapat 10 responden laki-laki dan 6 responden perempuan kemudian dijumpai bahwa bekam basah memiliki pengaruh perbaikan kualitas sensorik raba dan nyeri dalam atau nyeri tekan. Kesimpulan: bahwa bekam basah memiliki pengaruh dalam perbaikan kualitas sensorik raba, nyeri superfisial dan nyeri dalam atau nyeri tekan.

 

References

Aninditha, T., & Wiratman, W. (2017). Buku ajar neurologi FKUI jilid II.

Anshori, R. O., Sunari, T. B., Sholeha, W., & Rohayati, R. (2021). Efektivitas terapi bekam pada pasien dengan nyeri punggung bawah: Literatur review. Jurnal Mitra Kesehatan, 3(2), 63–69. https://doi.org/10.47522/jmk.v3i2.54

Bathla, G., Ajmera, P., Mehta, P. M., et al. (2023). Advances in acute ischemic stroke treatment: Current status and future directions. American Journal of Neuroradiology, 44(7), 750–758. https://doi.org/10.3174/ajnr.A7872

Brainin, M., & Heiss, W.-D. (Eds.). (2019). Textbook of stroke medicine (3rd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781108659574

Dewi, N. (2013). Faktor risiko penyebab meningkatnya kejadian stroke pada usia remaja dan usia produktif (Vol. 10).

Feigin, V. L., Brainin, M., Norrving, B., Martins, S., Sacco, R. L., Hacke, W., Fisher, M., Pandian, J., & Lindsay, P. (2022). World Stroke Organization (WSO): Global stroke fact sheet 2022. International Journal of Stroke, 17(1), 18–29. https://doi.org/10.1177/17474930211065917

Ghani, L., Mihardja, L. K., & Delima, D. (2016). Faktor risiko dominan penderita stroke di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(1), 49–58. https://doi.org/10.22435/bpk.v44i1.4949.49-58

Hickey, A., Merriman, N. A., Bruen, C., et al. (2019). Psychological interventions for managing cognitive impairment after stroke. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2019(8), Article CD013406. https://doi.org/10.1002/14651858.CD013406

Kabi, G. Y. C. R., Tumewah, R., & Kembuan, M. A. H. N. (2015). Gambaran faktor risiko pada penderita stroke iskemik yang dirawat inap neurologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Juli 2012–Juni 2013. Jurnal e-Clinic, 3(1).

Kurniawan, M., Ganiem, A. R., & Wiratman, W. (2023). Pedoman praktik klinis neurologi 2023.

Melzack, R., & Wall, P. D. (1965). Pain mechanisms: A new theory. Science, 150(3699), 971–979.

Mohamed Ahmed Almarakby, A. S. (2024). Using of cupping technique as a therapeutic model in treatment. International Journal of Advanced Research, 12(2), 216–226. https://doi.org/10.21474/IJAR01/18285

Pelawati, R., Widada, W., Wulandari, E., Mardiyanti, & Samsiah. (2022). Therapeutic effect of hijamah (cupping therapy) on stroke patients. Jurnal Keperawatan Soedirman, 17(2), 81–86. https://doi.org/10.20884/1.jks.2022.17.2.5692

Sutejo, P. M., Hasanah, U., Dewi, N. R., & Dharma, A. K. (2023). Penerapan ROM spherical grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di ruang saraf RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Jurnal Cendikia Muda, 3(4).

Utomo, T. Y. (2021). Buku ajar stroke.

Wang, Z., Wan, H., Li, J., Zhang, H., & Tian, M. (2018). Molecular imaging in traditional Chinese medicine therapy for neurological diseases. BioMed Research International, 2018, Article 608430. https://doi.org/10.1155/2013/608430

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Putra, R. D. D., & Sutysna, H. (2026). Pengaruh Terapi Bekam (Wet Cupping) terhadap Perbaikan Kualitas Sensorik pada Pasien Pasca Stroke. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1227–1233. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2827