Hubungan Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien JKN di Puskesmas Tuntungan Pancur Batu
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2866Keywords:
Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien, JKN, PuskesmasAbstract
Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kepuasan pasien, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Beberapa aspek pelayanan seperti akses, waktu tunggu, komunikasi, sikap tenaga kesehatan, dan fasilitas dapat memengaruhi pengalaman pasien dalam menerima pelayanan di puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan dimensi mutu pelayanan kesehatan yang meliputi akses pelayanan, waktu tunggu, komunikasi, sikap tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan dengan kepuasan pasien JKN di UPT Puskesmas Tuntungan Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 96 pasien peserta JKN yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara akses pelayanan, waktu tunggu, komunikasi, sikap tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan dengan kepuasan pasien, dengan seluruh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara seluruh dimensi mutu pelayanan yang diteliti dengan kepuasan pasien JKN. Peningkatan mutu pelayanan, terutama pada aspek waktu tunggu dan fasilitas pelayanan, perlu menjadi prioritas untuk meningkatkan kepuasan pasien.
References
Amiruddin, E. E., & Alfreda, V. (2023). Faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Puskesmas Betoambari. Jurnal Kesehatan, 4(2), 144–150.
Azmi, Z. U., Mailintina, Y., & Efkelin, R. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan lama waktu tunggu rawat jalan pasien BPJS Puskesmas Kecamatan Penjaringan. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 4(11), 5179–5191. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i11.17166
Bangun, P. (2024). Menjembatani kesenjangan: Analisis efektivitas pelayanan kesehatan di wilayah semi-terpencil. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 3(2), 102–116.
Hasibuan, S. I. M., Annisa, F. S., Rahmawati, N., & Gurning, F. P. (2024). Efektivitas pelaksanaan program JKN di Puskesmas Bestari. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(7), 2283–2288. https://doi.org/10.56338/jks.v7i7.5520
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2022 tentang Indikator Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.
Mesah, I. M., Sirait, R. W., & Sinaga, M. (2023). Factors associated with outpatient waiting times at Oesapa Health Center. Media Kesehatan Masyarakat, 5(3), 119–126.
Puskesmas Banua Lawas. (2023). Kualitas pelayanan kesehatan poli umum pada Puskesmas Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Jurnal Administrasi Publik, 1508–1518.
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 139.
Rita, M., Situmorang, M., & Aprileony, J. (2026). Implementasi kebijakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan. Jurnal Kebijakan Publik, 7(1), 1–18.
Saragih, H. W., & Simarmata, M. (2025). Analysis of the effectiveness of national health insurance (JKN) financing on the quality of services in first-level health facilities. Jurnal Kesehatan, 3(2), 293–302.
World Health Organization. (2025). Primary health care and Universal Health Coverage. WHO
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahayu Sri Rezeki Kandau, & Fitriani Pramita Gurning

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








