Analisis Sistem Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja di Puskesmas Belongkut

Authors

  • Rani Ramadani Fakultas Kesehatasn Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fitriani Pramita Gurning Fakultas Kesehatasn Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Zuhrina Aidha Fakultas Kesehatasn Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Wasiyem Fakultas Kesehatasn Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2878

Keywords:

Angka Kontak, Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT), Rasio Rujukan Non-Spesialistik (RRNS)

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menerapkan Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) untuk mengukur mutu pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pada tahun 2025, Puskesmas Belongkut mencapai target optimal pada Angka Kontak (172,52%) dan Rasio Rujukan Non-Spesialistik (0,65%). Namun, Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) hanya mencapai 0,50%, jauh di bawah target nasional (>5%), sehingga total nilai KBK hanya 3,7 dari 4,0 dan berdampak pada pemotongan dana kapitasi bulanan menjadi 95%. Penelitian kualitatif studi kasus ini bertujuan menganalisis faktor internal (input, proses, output) yang menghambat RPPT serta merumuskan strategi optimalisasinya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap lima informan kunci. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman berbantuan NVivo 15. Hasil penelitian menunjukkan hambatan input berupa kekurangan tenaga medis, belum adanya tim khusus KBK, keterbatasan sarana komputer P-Care, dan sosialisasi kebijakan yang minim. Pada proses, ditemukan belum adanya perencanaan khusus KBK, beban kerja ganda, serta belum berjalannya kegiatan kelompok Prolanis mandiri (senam dan home visit). Dampak hambatan tersebut tercermin pada output berupa kegagalan target RPPT. Sebaliknya, keberhasilan Angka Kontak didorong oleh strategi skrining pendaftaran, dan Rasio Rujukan Non-Spesialistik optimal berkat kompetensi dokter umum. Kesimpulannya, pencapaian KBK belum optimal pada indikator RPPT akibat keterbatasan SDM, rangkap jabatan, minimnya anggaran operasional Prolanis, dan belum terintegrasinya program penyakit kronis. Saran: Puskesmas perlu membentuk tim khusus KBK, menambah perangkat IT, mengalokasikan anggaran operasional khusus Prolanis, serta mengintegrasikan kegiatan Prolanis (senam mandiri dan home visit) ke dalam pelayanan rutin Puskesmas dan Posyandu Lansia.

References

BPJS Kesehatan. (2019). Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang petunjuk pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis kinerja pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. BPJS Kesehatan.

Cahyati, S. T., & Sandra, C. (2023). Implementasi kebijakan pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) di Puskesmas Kabupaten Nganjuk. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 168–177.

Dewan Jaminan Sosial Nasional. (2025). Monthly report monitoring JKN. Dewan Jaminan Sosial Nasional.

Kovacs, R. J., Powell-Jackson, T., Kristensen, S. R., Singh, N., & Borghi, J. (2020). How are pay-for-performance schemes in healthcare designed in low- and middle-income countries? Typology and systematic literature review. BMC Health Services Research, 20(1), 1–14.

Lestari, A. D., Witcahyo, E., & Sandra, C. (2022). Sumber daya manusia dan manajemen puskesmas dalam mencapai indikator Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) di Kabupaten Situbondo. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), 983–989.

Pugo, N., Bonfrer, I., Sparrow, R., & Pradhan, M. (2023). Effects of performance-based capitation payment on the use of public primary health care services in Indonesia. Social Science & Medicine, 327, Article 115921. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2023.115921

Rizqi, C., Saputro, A., & Fathiyah, F. (2022). Universal Health Coverage: Internalisasi norma di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 2(2), 204–216.

Shyafaatsya, V. S., Solida, A., Mekarisce, A. A., & Wardiah, R. (2025). Evaluasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Jurnal Kesmas, 18, 53–62.

Sulastri, O. (2024). Evaluasi pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Gambirsari Surakarta [Skripsi/Laporan Penelitian, Universitas Muhammadiyah Surakarta].

World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). World Health Organization.

Downloads

Published

2026-10-15

How to Cite

Ramadani, R., Gurning, F. P., Aidha, Z., & Wasiyem. (2026). Analisis Sistem Pencapaian Indikator Kapitasi Berbasis Kinerja di Puskesmas Belongkut. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1413–1419. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2878