Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja di Bagian Produksi PT X

Authors

  • Dena Yulianti Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Tri Niswati Utami Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Zuhrina Aidha Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Susilawati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Zulkarnaen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2885

Keywords:

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Kepatuhan Alat Pelindung Diri (APD), Kualitatif, Studi Kasus, Perkebunan Karet

Abstract

Kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi, khususnya di sektor perkebunan, sehingga penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 menjadi penting. Observasi awal di PT X (PT X) menunjukkan sebagian pekerja belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap meski kebijakan K3 telah tersedia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan SMK3, kendala, dan upaya perusahaan mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima informan (Safety Officer, mandor lapangan, dan pekerja produksi), lalu dianalisis induktif berdasarkan lima prinsip SMK3 dalam Pasal 6 PP Nomor 50/2012.Hasil menunjukkan penerapan SMK3 di PT X telah sesuai kelima prinsip tersebut, ditandai kebijakan tertulis, perencanaan berbasis HIRARC, program didukung SOP, serta pengakuan Bendera Emas SMK3. Kendala utama adalah rendahnya konsistensi kepatuhan APD akibat habituasi dan ketidaknyamanan, serta kesenjangan persepsi manajemen-pekerja; tidak ada kendala eksternal signifikan. Upaya perusahaan meliputi sanksi bertahap, pelatihan berkelanjutan, dan budaya pengawasan partisipatif. Disimpulkan bahwa keberhasilan SMK3 bergantung pada konsistensi kepatuhan pekerja, bukan hanya kelengkapan sistem. Disarankan perusahaan mengevaluasi kenyamanan APD dan memperkuat umpan balik pekerja-manajemen.

 

References

Annisa, N. U., Widiana, D. R., Disrinama, A. M., et al. (2023). Kesiapan implementasi PP No. 50 tahun 2012 di perusahaan jasa layanan konstruksi dengan metode gap analysis. 6(2), 22–27.

Arifin, D., & Aziz, M. L. (2024). Analisis penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) terhadap penurunan tingkat kecelakaan kerja dengan metode PDCA di PT Central Power Indonesia. Jurnal KaLIBRASI.

Bagaskara, D., Mulasari, S. A., & Hariyono, W. (2025). Kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri dan efektivitas sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dalam pencegahan kecelakaan kerja: Literatur review. 20, 19–28.

BPJS Ketenagakerjaan. (2025). Kasus kecelakaan kerja tahun 2024. Satu Data Ketenagakerjaan. https://data.go.id/dataset/dataset/kasus-kecelakaan-kerja-tahun-2024

Devianti, I. C., Rupiwardani, I., & Susanto, B. H. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja konstruksi di PT X. Banua Journal of Kesehatan Lingkungan, 2(2), 50–58. https://doi.org/10.33860/bjkl.v2i2.1579

Elza, W., Zakaria, R., & Darwis, A. (2023). Faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja pabrik PT Perkebunan Lembah Bhakti Astra di Aceh Singkil. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(2), 1530–1542. https://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/view/3423

Ershanda, M., & Susilawati. (2024). Analisis faktor ketidakpatuhan pekerja terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) pada sektor konstruksi. Alahyan Journal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 2(1), 88–95.

International Labour Organization. (2023). Nearly 3 million people die of work-related accidents and diseases. ILO News. https://www.ilo.org/resource/news/nearly-3-million-people-die-workrelated-accidents-and-diseases

Othman, I., Majid, R., Mohamad, H., Shafiq, N., & Napiah, M. (2018). Variety of accident causes in construction industry. MATEC Web of Conferences, 203, 02006. https://doi.org/10.1051/matecconf/201820302006

Pemerintah Republik Indonesia. (2012).Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sekretariat Negara.

Salianto, Tarigan, A. R., Apriyuni, A., & Febrian, A. (2024). Faktor yang mempengaruhi perilaku pekerja terhadap kepedulian penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk pencegahan penyakit akibat kerja. Jurnal Riset Kesehatan Modern. https://journalpedia.com/1/index.php/jrkm/article/view/3409

Ullmaziarikhaza, N., Yusnidar, Yarmaliza, M., Fahlevi, M. I., & Saputra, F. F. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pabrik karet PTPN 3 Kebun Bandar Betsy. Jurnal Kesehatan Tambusai.

Utami, T. N., Amanda, C. A., Azri, N. I., et al. (2024). Identifikasi risiko dan penilaian risiko terhadap bahaya fisik pada pengoperasian forklift di PT X. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 6680–6690. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.37852

Downloads

Published

2026-10-18

How to Cite

Yulianti, D., Utami, T. N., Aidha, Z., Susilawati, & Zulkarnaen. (2026). Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja di Bagian Produksi PT X. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1611–1620. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2885