Hubungan Massa Otot terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2023
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2886Keywords:
Massa Otot, Kadar Gula DarahAbstract
Latar Belakang : Massa otot adalah jumlah jaringan otot yang terdapat dalam tubuh manusia. Peningkatan massa otot memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menyimpan glikogen yang dapat mengurangi kadar glukosa dalam darah yang beredar dalam tubuh manusia. Ketika otot bergerak, pemecahan ATP (Adenosine Triphosphate) terjadi dalam otot yang berasal dari glukosa. ATP dipecah menjadi ADP (Adenosine Diphosphate) + Pi (fosfat anorganik) melalui hidrolisis ATP yang nantinya akan menghasilkan energi. Dengan memecah ATP terus-menerus, kadar gula darah dapat diturunkan dan kejadian diabetes melitus dapat dicegah. Menurut IDF (2020), terdapat 382 juta orang penderita diabetes melitus di dunia. Indonesia menempati peringkat ke-4 dengan jumlah pasien diabetes melitus terbanyak setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Di Sumatera Utara, data dari Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa diabetes melitus terdapat pada usia tahun dengan prevalensi keseluruhan sebesar 1,98%. Sementara itu, jumlah penderita diabetes melitus di Kota Medan sebesar 2,7% dari prevalensi penduduknya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan 73 responden, di antaranya 19 laki-laki dan 54 perempuan. Penelitian dilakukan 2 hari berturut-turut dengan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik, seperti berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, usia, jenis kelamin, massa otot, dan kadar gula darah. Hasil : Analisis data menggunakan uji korelasi menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,256> alpha (0,005). Kesimpulan : Hubungan massa otot terhadap kadar gula darah tidak memenuhi kriteria untuk dianggap signifikan.
References
Akbar, R., Sukmawati, U. S., & Katsirin, K. (2024). Analisis data penelitian kuantitatif. Jurnal Pelita Nusantara, 1(3), 430–448. https://doi.org/10.59996/jurnalpelitanusantara.v1i3.350
Ardian, J., Solehah, N. Z., Isasih, W. D., & Jauhari, M. T. (2024). Pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah lansia prediabetes di Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Mandalika. Jurnal Keperawatan, 5(4), 1–7.
Arimbi, & Nurliani. (2022). Manusia (sel dan sistem organ). [Penerbit tidak tercantum].
Aksara, M., Akademia, G., & Akademia, A. G. (2023). Metodologi penelitian (kuantitatif & kualitatif). [Penerbit tidak tercantum].
Eliza, E., Telisa, I., & Rotua, M. (2020). Indeks glikemik pangan dan penilaian status gizi penderita diabetes melitus tipe 2. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 15(1), 7–13. https://doi.org/10.36086/jpp.v15i1.453
Hadi, W. A., & Lukas, S. (2024). Seroja Husada. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(5), 372–383. https://doi.org/10.572349/verba.v2i1.363
Kunci, K. (2023). Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan kejadian hipertensi terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus di Puskesmas Ngawi Purba. Media Publikasi Penelitian, 10(2), 26–31.
Larasati, E. D., Driananta, R., Dewi, T., Zahirah, A., Rahmatullah, O. N., & Herawati, N. (2023). Selulosa dan glukosa. Indonesian Chemical Application Journal, 6(1), 1–10.
Masruroh, E. (2018). Hubungan umur dan status gizi dengan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe II. Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(2), 153–163.
Nababan, A. S. V., Pinem, M. M., Mini, Y., & Purba, T. H. (2020). Faktor yang memengaruhi kadar gula darah penderita diabetes melitus (DM) tipe II. Jurnal Dunia Gizi, 3(1), 23–31. https://ejournal.helvetia.ac.id/jdg
Oktarina, M., Rabia, R., & Hendrawan, T. (2023). Perbandingan indeks massa otot skeletal antara mahasiswi fisioterapi dengan indeks massa tubuh normal, overweight, dan obesitas. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(4), 1761–1766. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i4.9874
Perdana, J. A., & Ulfa, Z. D. (2023). Analisis body composition remaja di daerah aliran sungai (DAS) di Sabangau. Sport Science, 4(2), 30–41. https://ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/sport/article/view/3225
Ratnawati, P. D., Rohmawati, D. L., & Nisak, R. (2023). Hubungan indeks massa tubuh (IMT) dan kejadian hipertensi terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus di Puskesmas Ngawi Purba. E-Journal Cakra Medika, 10(2), 26–31. https://doi.org/10.55313/ojs.v10i2.158
Salsabila, L., & Rindarwati, A. Y. (2024). Upaya peningkatan kesadaran masyarakat dan deteksi dini diabetes melitus melalui edukasi dan skrining. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(August), 76–80.
Sihite, R., Silitonga, H. A., & Tarigan, J. (2022). Hubungan diabetes melitus tipe 2 berdasarkan usia dan jenis kelamin dengan kejadian COVID-19 di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Jurnal Kedokteran Methodist, 15(2), 198–202. https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/jkm/article/view/1662
Siregar, S., Dewi, R., & Munthe, B. Y. (2022). Self-care dan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 8(2), 142–146. https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v8i2.1044
Sovia, S., Damayantie, N., & Insani, N. (2020). Determinan faktor prediabetes di Kota Jambi tahun 2019. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(3), 983–989. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i3.1088
Wahyuni, T., Nauli, A., Tubarad, G. D. T., Hastuti, M. S., Utami, M. D., & Sari, T. P. (2022). Hubungan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science, 2(2), 88–94. https://doi.org/10.24853/mjnf.2.2.88-94
Widianita, R. (2023). Hubungan kadar gula darah dengan indeks massa tubuh pada siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi. AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam, 8(1), 1–19.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nuraini, & Yulia Afrina Nasution

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








