Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes

Authors

  • Dinda Afrinalis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Cut Mourisa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2902

Keywords:

Acne vulgaris, Cutibacterium acnes, Daun Alpukat (Persea americana Mill)

Abstract

Latar Belakang: Acne vulgaris merupakan inflamasi kulit kronis yang menetap pada folikel pilosebasea. Cutibacterium acnes berperan penting dalam terjadinya acne vulgaris. Daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode true experimental design. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antibakteri diukur dengan menggunakan metode difusi cakram dengan cara mengukur zona jernih pada konsentrasi 15%, 30%, dan 60% dan melihat konsentrasi yang paling efektif terhadap daya hambat bakteri C. acnes. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill) pada konsentrasi 15%, 30%, 60%, dan kontrol positif (klindamisin) diperoleh nilai (p=0,000) dimana (p<0,05) yang menunjukkan terdapat perbedaan daya hambat dari masing-masing kelompok. Ekstrak daun alpukat konsentrsi 60% paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri C. acnes dibandingkan dengan konsentrasi 15% dan 30%. Kesimpulan: Ekstrak daun alpukat efektif dalam mengambat pertumbuhan bakteri C. acnes secara in vitro.

References

Anggraini, W., Nisa, S. C., Da Rr, & Za Bm. (2019). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% buah blewah (Cucumis melo L. var. cantalupensis) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Pharm J Indones, 5(1), 61–66.

Dessinioti, C., & Katsambas, A. (2022). Antibiotics and antimicrobial resistance in acne: Epidemiological trends and clinical practice considerations. Yale Journal of Biology and Medicine, 95(4), 429–443.

Khafipah, N., Lely, S., & Saula, A. K. (2022). Aktivitas ekstrak daun alpukat dan ekstrak daun mengkudu sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. J Farmasetics, 11(2), 125–134.

Mayslich, C., Grange, P. A., & Dupin, N. (2021). Cutibacterium acnes as an opportunistic pathogen: An update of its virulence-associated factors. Microorganisms, 9(2), 303. https://doi.org/10.3390/microorganisms9020303

Menaldi, S. L. S. (2016). Acne vulgaris. Dalam Ilmu penyakit kulit dan kelamin (Edisi ke-7, hlm. 288–292). Badan Penerbit FK UI.

Putri, N. P. D. P., Sari, N. K. Y., & Permatasari, A. A. A. P. (2023). Skrining fitokimia ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) dan rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum). Jakasakti: Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi, 2(3), 35–48.

Sutaria, A. H., Masood, S., & Saleh, H. M. (2024). Acne vulgaris. Dalam StatPearls. StatPearls Publishing.

Wijaya, I. (2020). Potensi daun alpukat sebagai antibakteri. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 695–701. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.381

Yuliana, B., Suleman, A. W., Alyidrus, R., & Pratiwi, R. I. (2023). Formulasi dan uji aktivitas sediaan gel anti jerawat ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Propionibacterium acnes. Jurnal Ilmiah JOPHUS: Journal of Pharmacy UMUS, 4(2), 49–56.

Downloads

Published

2026-10-16

How to Cite

Afrinalis, D., & Mourisa, C. (2026). Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1482–1487. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2902