Pengaruh Effective Microoganism-4 (EM-4) terhadap Kadar BOD (Biologycal Oxygen Demand) pada Limbah Cair Tahu

Authors

  • Eka Inggrit Nur Hayati Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Dwi Astuti Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2936

Keywords:

Kebutuhan Oksigen Biologis, Mikroorganisme Efektif, Air Limbah Industri, Air Limbah Tahu, Pengolahan Air Limbah

Abstract

Latar Belakang: Limbah cair tahu memiliki kandungan bahan organik tinggi yang dapat meningkatkan kadar BOD dan mencemari lingkungan. EM-4 dapat digunakan sebagai alternatif pengolahan biologis untuk membantu menguraikan bahan organik. Tujuan: Mengetahui keefektifan EM-4 dalam menurunkan kadar BOD limbah cair tahu. Metode: Penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Populasi berupa seluruh limbah cair industri tahu di Dukuh Wangkis, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Sampel sebanyak 12 liter diambil dengan purposive sampling. BOD diukur menggunakan metode Titrasi Winkler setelah inkubasi 5 hari. Analisis menggunakan SPSS dengan uji Shapiro-Wilk, One-Way ANOVA, dan Tukey HSD. Hasil: Rata-rata BOD sebesar 634,33 mg/L pada kontrol menurun menjadi 391,33 mg/L, 160,33 mg/L, dan 39,00 mg/L pada konsentrasi EM-4 masing-masing 1, 2, dan 3 mL/L. Penurunan tertinggi sebesar 93,85% pada konsentrasi 3 mL/L. Kesimpulan: EM-4 berpengaruh signifikan terhadap penurunan BOD, dengan konsentrasi 3 mL/L sebagai perlakuan paling efektif.

References

Amri, A. A., & Widayatno, T. (2023). Penurunan kadar BOD, COD, TSS, dan pH pada limbah cair tahu dengan menggunakan biofilter. Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 8(1), 6–10. https://doi.org/10.31942/inteka.v18i1.8089

Astuti, D., & Rosemalia, I. (2022). Penurunan BOD (Biological Oxygen Demand) limbah cair domestik dengan teknik fitoremediasi. Jurnal Unitek, 15(1), 59–72. https://doi.org/10.52072/unitek.v15i1.299

Astuti, D., Wahyu, V., & Navira. (2026). Effectiveness of kiambang plants (Salvania molesta) in reducing BOD (Biological Oxygen Demand) levels. Tropical Climate Change, 1(1). https://doi.org/10.23917/climate.15386

Deffy, T., Nilandita, W., & Munfarida, I. (2020). Bioremediasi limbah cair industri tahu menggunakan larutan EM4 secara anaerob-aerob. Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, 17(3), 233–241. https://doi.org/10.14710/presipitasi.v17i3.233-241

Feng, H., Jin, L., Chen, Y., Ji, J., Gong, Z., Hu, W., Ying, C., Liang, Y., & Li, J. (2024). Tofu wastewater as a carbon source flowing into municipal wastewater treatment plants for reductions of costs and greenhouse gas emissions. Journal of Environmental Management, 370, 122550. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2024.122550

Haerun, R., Mallongi, A., & Natsir, M. F. (2018). Efisiensi pengolahan limbah cair industri tahu menggunakan biofilter sistem upflow dengan penambahan efektif mikroorganisme 4. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan, 1(2).

Hardiansyah, D. (2016). Penurunan kadar BOD, COD, TSS dengan metode aerasi spray dan penambahan bakteri EM4 pada limbah cair tahu Sumber Mulya di Kota Bengkulu. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu. https://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/2268/

Henny, P., Sulistyawati, S., & Fitriyani. (2021). Limbah cair industri tahu dan dampaknya terhadap kualitas air dan biota perairan. Jurnal Pertanian Terpadu, 9(1), 53–65. https://doi.org/10.36084/jpt..v9i1.312

Mohammad Isa, D., Abdullah, S., Mohd Noor, N. A., & Ismail, H. B. (2021). The natural way for water quality improvement using effective microorganism. International Journal of Environmental Engineering, 11(2), 169–182. https://doi.org/10.1504/IJEE.2021.118462

Periasamy, S., Saravanan, K., & Sivaraj, R. J. H. V. (2025). Formulation and evaluation of the effective microorganisms in sewage treatment. Environmental Science and Pollution Research, 32(5), 2298–2323. https://doi.org/10.1007/s11356-024-35833-y

Samsudin, W., Selomo, M., & Natsir, M. F. (2018). Pengolahan limbah cair industri tahu menjadi pupuk organik cair dengan penambahan Effective Microorganism-4 (EM-4). Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan, 1(2), 1–14.

Sayow, F., Polii, B. V. J., Tilaar, W., & Augustine, K. D. (2020). Analisis kandungan limbah industri tahu dan tempe Rahayu di Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Agri-SosioEkonomi, 16(2), 245–252. https://doi.org/10.35791/agrsosek.16.2.2020.28758

Seroja, R., Effendi, H., & Hariyadi, S. (2018). Tofu wastewater treatment using vetiver grass (Vetiveria zizanioides) and zeliac. Applied Water Science, 8, Article 2. https://doi.org/10.1007/s13201-018-0640-y

Shivalik, Y., & Goyal, A. (2022). Treatment of domestic waste water using organic bio-enzymes extracted from seasonal citrus fruits. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology, 10(8), 1023–1026. https://doi.org/10.22214/ijraset.2022.46327

Simanjuntak, N. A. M. B., Zahra, N. L., & Suryawan, I. W. K. (2021). Tofu wastewater treatment planning with anaerobic baffled reactor (ABR) and activated sludge application. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 12(1), 21–27. https://doi.org/10.70561/jal.v12i1.13092

Sungkowo, T. H., Elystia, S., & Andesgur, I. (2015). Pengolahan limbah cair industri tahu menggunakan tanaman Typha latifolia dan eceng gondok dengan metode fitoremediasi. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains, 2(2), 1–8.

Suprayitno, D., Widyastuti, D., & Sulastri, S. (2024). Efektivitas penambahan bakteri selulolitik dalam menurunkan kadar BOD, COD dan TSS limbah cair tahu. Jurnal Green House, 2(2), 33–39. https://doi.org/10.63296/jgh.v2i2.35

Yuliyani, L., & Widayatno, T. (2020). Pengaruh variasi waktu tinggal dan kuat arus terhadap penurunan kadar COD, TSS dan BOD limbah cair industri tahu menggunakan elektrokoagulasi secara kontinyu. Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi, 48–55. https://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/894

Yunisyah, N., Isnaini, D., & Elwardah, K. (2022). Dampak pencemaran limbah pabrik tahu terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Sukarami dan Kelurahan Betungan Kota Bengkulu ditinjau dari ekonomi Islam. Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ), 3(3), 64–69. https://doi.org/10.62159/sembj.v3i3.1022

Downloads

Published

2026-10-23

How to Cite

Hayati, E. I. N., & Astuti, D. (2026). Pengaruh Effective Microoganism-4 (EM-4) terhadap Kadar BOD (Biologycal Oxygen Demand) pada Limbah Cair Tahu. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1736–1745. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2936