Riwayat Diare dan Kejadian Stunting pada Balita
Studi Kasus-Kontrol di Kabupaten Kerinci
DOI:
https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2957Keywords:
Diare, Stunting, Balita, Kekurangan Energi Kronis (KEK), Air BersihAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penyakit infeksi, status gizi ibu, dan kondisi lingkungan. Diare dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat diare dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Kerinci tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control, yang dilaksanakan pada Juni–Juli 2026 di wilayah kerja Puskesmas Kemantan, Kabupaten Kerinci. Sampel berjumlah 80 balita, terdiri atas 40 kelompok kasus dan 40 kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui data sekunder dan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel yang diteliti meliputi riwayat diare, perilaku merokok anggota keluarga, riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) ibu, kepemilikan jamban, penggunaan air bersih, dan status imunisasi dasar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel independen dan kejadian stunting. Analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat diare berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=6,652; 95% CI=1,987–22,271). Riwayat KEK ibu juga berhubungan signifikan dengan stunting (p=0,001; OR=6,926; 95% CI=2,380–20,157). Penggunaan air bersih menunjukkan hubungan signifikan (p=0,041; OR=0,388; 95% CI=0,155–0,971). Sementara itu, perilaku merokok, kepemilikan jamban, dan imunisasi dasar tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Riwayat diare, riwayat KEK ibu, dan penggunaan air bersih berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Kerinci.
References
Anastasia, H., Hadju, V., Hartono, R., Manjilala3, S., Sirajuddin, Salam, A., & Atmarita. (2023). Determinants of stunting in children under five years old in South Sulawesi and West Sulawesi Province: 2013 and 2018 Indonesian Basic Health Survey. PLoS ONE, 18(5 May). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0281962
Budiastutik, I., Pranaka, R., Amaliyah, N., Hediyanti, G., & Trisnawati, E. (2024). Hubungan Penyakit Menular, Sumber Air Bersih, Praktik Kebersihan, dan Sanitasi dengan kejadian Stunting: Studi Kasus Kontrol di Kabupaten Sambas. Amerta Nutrision, 8(1SP), 70.
Cyntithia, L. G. (n.d.). HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT DIARE DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA. Retrieved http://jurnalmedikahutama.com
Humphrey, J. H. (2009). Child undernutrition, tropical enteropathy, toilets, and handwashing. In The Lancet (Vol. 374, Number 9694, pp. 1032–1035). Elsevier B.V. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)60950-8
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan indonesia 2024.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Asnawi Abdullah, P., JAWAB Plt Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan Dwi Puspasari, P., dr Iwan Ariawan, K., Razak Thaha, dr A., Nur Indrawati Lipoeto, dr, Witoelar, F., Ahmad Syafiq, I., & Avenzora, A. (n.d.). SURVEI STATUS GIZI INDONESIA 2024 i TIM PENYUSUN SSGI 2024 DALAM ANGKA.
Khotimatun Nisa, S., Deta Lustiyati, E., Fitriani, A., Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana, P., & Respati Yogyakarta, U. (2021). Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmiURL:hhttps://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jppkmi/article/view/47243
Panggabean, E. R., Deta, E., & Trisnowati, H. (2023). Family smoking behavior and stunting among children in rural areas of Sleman, Yogyakarta: A case-control study. Public Health and Preventive Medicine Archive, 11(2), 222–232. https://doi.org/10.53638/phpma.2023.v11.i2.p10
Rahma Hilmawati, Z., Sujiyatini, S., Retnaningsih, Y., & Maretalinia, M. (2024). The Relationship Between A History Of Diarrhae AndStunting In Children Aged 24-59 Months In Bantul Regency In 2021. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 17(2). https://doi.org/10.29238/kia.v17i2.2068
Ramdaniati, S. N., & Himmawan, L. S. (2024). Hubungan Karakteristik Ibu Balita dan Kepemilikan Jamban Sehat terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 0 – 59 Bulan di Kecamatan Bojong, Pandeglang. Jurnal Medika & Sains [J-MedSains], 3(2), 101–109. https://doi.org/10.30653/medsains.v3i2.806
Risky Malinda, Etti Sudaryati, & Evawany Aritonang. (2020). Stunting and Household Food Expenditures between Junior High School Students from Smoker And Non-Smoker Families. Britain International of Humanities and Social Sciences (BIoHS) Journal, 2(1), 308–313. https://doi.org/10.33258/biohs.v2i1.193
UNICEF. (2021). UNICEF Conceptual Framework. UNICEF.
Wayan Junianti, N., Arifin Senjaya, A., Luh Putu Sri Erawati, N., Terapan Kebidanan, S., & Kemenkes Denpasar, P. (2025). Hubungan Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. In Jurnal Kesehatan (Vol. 18, Number 1).
Zahrawani, T. F., Nurhayati, E., & Fadillah, Y. (2022). Hubungan Kondisi Jamban Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas CicalengkaTahun 2020. Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 4(1), 1–5. https://doi.org/10.29313/jiks.v4i1.7770
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yorri Maulina Kasya, Randy Novirsa, & Luthfil Hadi Anshari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








