Analisis Komparatif Fasilitas Sanitasi di Terminal Amplas dan Pinang Baris Kota Medan berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023

Authors

  • Susilawati Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Dela Andika Ahmadi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Yulia Khairina Ashar Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Wahyudi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2993

Keywords:

Analisis Komparatif, Fasilitas Sanitasi, Terminal, Kesehatan Lingkungan

Abstract

Terminal merupakan tempat umum dengan aktivitas dan mobilitas yang tinggi sehingga memerlukan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan untuk mencegah penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif fasilitas sanitasi di Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris Kota Medan berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif. Data diperoleh melalui observasi menggunakan lembar checklist, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek penyediaan air bersih dan sistem pembuangan air limbah, kedua terminal telah memenuhi seluruh indikator. Pada aspek toilet/kamar mandi, Terminal Amplas memenuhi 8 dari 10 indikator, sedangkan Terminal Pinang Baris memenuhi 9 dari 10 indikator. Pada aspek sarana cuci tangan, Terminal Amplas memenuhi 4 dari 5 indikator, sedangkan Terminal Pinang Baris memenuhi 2 dari 5 indikator. Pada aspek tempat pembuangan sampah, Terminal Amplas memenuhi 2 dari 5 indikator, sedangkan Terminal Pinang Baris memenuhi 1 dari 5 indikator. Berdasarkan hasil tersebut, masih terdapat beberapa fasilitas sanitasi yang perlu ditingkatkan agar memenuhi seluruh persyaratan sanitasi sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.

References

Alifah, A. N. (2025). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Bersih Dan Hubungannya Dengan Kasus Diare. 2(4), 56–66.

Ashar, Y. K., Witriani, E., Refiana, R., & et al. (2025). Evaluasi Pelaksanaan Program Bank Sampah dalam Mengurangi Jumlah Timbulan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan. Jumantik, 173–186.

Firdanis, D. (2021). Observasi sarana Terminal Brawijaya Bangyuwangi Melalui Assessment Indikator Sanitasi Lingkungan Tahun 2019. 13(2).

Islam, F., Ashari, A. E., & Ahmad, H. (2022). Sanitasi Terminal pada Era New Normal: Studi Kasus Terminal Tipe A Simbuang Mamuju. Jurnal Sehat Mandiri, 17(1), 67–77.

Maleke, J. A., Malik, A. A. M., & Sondakh, J. A. R. (2024). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Kabupaten Manokwari (Studi Kasus Distrik Manokwari Barat). 21(1), 1–12.

Marinda, D., & Ardillah, Y. (2019). Implementasi Penerapan Sanitasi Tempat-tempat Umum Pada Rekreasi Benteng Kuto Besak Kota Palembang. 18(2), 89–97.

Mulyati, S., & Marwanto, A. (2022). Gambaran Sanitasi Di Kawasan Kabupaten Lebong Tahun 2021. 10(2), 219–224.

Musfirah, M., & Rangkuti, A. F. (n.d.). Hygiene dan Sanitasi di Tempat Wisata: Kajian Adaptasi New Normal. In 2022. Eureka Media Aksara. https://eprints.uad.ac.id/51251/1/B2.BUKUHSWISATABER-ISBN%26ETAK.pdf

Nurwahidah, A. I., Nurdin, D., & Rostina, W. T. (2024). Pengaruh Ketersediaan Sarana Cuci Tangan Terhadap Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Siswa SDN. 6472.

Paendong, W., Maddusa, S. S., & Warouw, F. (2021). 84 gambaran sanitasi lingkungan pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kakaskasen kecamatan tomohon utara kota tomohon tahun 2021. 10(8), 84–93.

Pitriyanti, L., Samosir, K., & Hartono, P. A. (2023). Gambaran Sanitasi Objek Wisata Gedung Gonggong Dan Taman Laman Boenda Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022. 6, 54–63.

Priwibowo, A., & Dwicahya, B. (2025). Program Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat tentang Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL) Sehat di Desa Lambangan. 4, 0–6.

Rosadi, D., Berezky, A., Hasri, A. J., Ulya, A. Z., & Melsa, A. (2023). Program Saluran Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) Sebagai Upaya dalam Peningkatan Sanitasi Lingkungan. 3(2).

Ruslan, M., Posmamingsih, D. A. A., & Aryasih, I. G. A. M. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sanitasi Toilet Umum Desa Wisata di Kabupaten Karangasem. 20(2), 25–31.

Sitorus. (2023). Pengelolaan Sanitasi Pada Fasilitas Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Manadao. IX(2).

Sumpala, A. G. T., Mahyuddin, & Maming. (2021). Analisis Kuantitas Dan Kualitas Kebutuhan Air Bersih Dan Alternatif Penyediaan Pada Kawasan Wisata Pantai Bira. Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(2).

Vebrianti, F., Kanan, M., Syahrir, M., Ramli., Sattu, M., & Sakati, S, N. (2021). Gambaran sanitasi Lingkungan Di Terminal Kota Luwuk Kabupaten Banggai. Jurnal Kesmas Untika Luwuk, 12.

Zulfa, V., & Patricia, A. (2023). Pengetahuan dan Sikap Cuci Tangan Pakai Sabun pada Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 309–316.

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

Susilawati, Ahmadi, D. A., Ashar, Y. K., & Wahyudi. (2026). Analisis Komparatif Fasilitas Sanitasi di Terminal Amplas dan Pinang Baris Kota Medan berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1804–1814. https://doi.org/10.71456/jik.v5i1.2993