Analisis Keragaman Pangan Terhadap Status Gizi Remaja Usia 16-18 Tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru

Authors

  • Nurul Hekmah* Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo
  • Ainun Nisa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo
  • Desya Medinasari Fathullah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo
  • Julianti Hadijah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo

DOI:

https://doi.org/10.71456/jik.v2i1.677

Keywords:

Keragaman Pangan, Status Gizi, Remaja

Abstract

Keragaman pangan adalah kuantitas pangan yang dikonsumsi oleh seorang individu. Remaja membutuhkan makanan yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi oleh individu, maka semakin terpenuhi pula kecukupan zat gizi yang selanjutnya akan sangat berdampak pada status gizi remaja tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi (IMT/U) remaja usia 16-18 tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 30 remaja di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru diambil secara simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tentang keragaman pangan (FFQ) dan pengukuran antropometri. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki keragaman pangan yang baik dan berstatus gizi normal dengan nilai p value 0,006 yang artinya ada hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi (IMT/U) remaja usia 16-18 tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru. Pada penelitian ini disarankan kepada sekolah untuk memberikan edukasi secara berkala kepada siswa mengenai keragaman pangan yang berdampak pada status gizi.

References

A. Wawan dan Dewi, 2010, Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia, Yogyakarta: Nuha Medika

Almatsier, S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia.

Almatsier, S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Vol. 7. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Agustina, A., Suwandewi, A., Tunggal, T., & Daiyah, I. (2022). Sisi Edukatif Pendidikan Islam Dan Kebermaknaan Nilai Sehat Masa Pandemi Covid-19 Di Kalimantan Selatan. JIS: Journal Islamic Studies, 1(1), 99-105.

Anam, H. K., Latifah Husien Thalib, M. P., Hanura Aprilia, N., Kep, M., Wulan, D. R., Kep, M., ... & Kep, M. (2022). Komunikasi Antarpribadi Meningkatkan Efektivitas Kecakapan Interpersonal dalam Bidang Kesehatan.

Arisa, A., & Purwanti, S. Latifah. (2022). Perilaku Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan Administrasi Rumah Sakit Antara Harapan dan Kenyataan. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1 (1), 24–34.

Cunningham, K., Ruel, M., Ferguson, E., dan Uauy, R. Women’s Empower-ment and Child Nutritional Status in South Asia: a Synthesis of The Literature. Maternal Child Nutrition. 2015; 11(1): 1-19

Departemen Kesehatan RI (2015), Pedoman Perbaikan Gizi Anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah; Jakarta

Deshmukh, V.R. & Kulkarni, A.A. Body image and its relation with body mass index among Indian Adolescent. Indian Pediatrics. 2017; 54: 1025-1029.

Food and Agricultural Organization of the United Nations (FAO) (2011). State of the World’s Forests 2011. Food and Agriculture Organization of United Nations, Roma (IT).

Hafiza.D, Utami.A. dan Niriyah.S, (2020), ‘Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP Ylpi Pekanbaru’, Jurnal Medika Hutama, Vol 02 No, Pp. 332–342.

Miko, A., Dina P.B. 2016. Hubungan Pola Makan Pagi dengan Status Gizi Pada Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Aceh. Jurnal Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Ngalimun, (2017). Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Praktis. Banjarmasin: Pustaka Banua.

Ngalimun, N. (2022). Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah. EduCurio: Education Curiosity, 1(1), 265–278.

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Jakarta: Salemba Medika

Ochola S; and Masibo PK iny. 2014 Dietery Intake of School Children and Adolescents in Developing Countries. Ann Nutr Metab, 64:24-40

Washi, S.A. dan Ageib, M.B. Poor Diet Quality and Food Habits are related to Impaired Nutritional Status in 13-to 18-Year-Old Adolesccent in Jeddah. Nutrition Research. 2010; 30 (8): 527-534.

Wirawan NN, Rahmawati W. 2016. Ketersediaan dan keragaman pangan serta tingkat ekonomi sebagai prediktor status gizi balita. Indonesian Journal of Human Nutrition 3:80- 90.

Winarsih. 2018. Pengantar Ilmu Gizi dalam Kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Wiradnyani, L. A. A., Pramesthi, I. L., Raiyan, M., Nuraliffah, S., Nurjanatun, Februhartanty, J., Ermayani, E., & Iswarawanti, D. N. (2019). Gizi dan Kesehatan Anak Usia Sekolah Dasar (Ed 2). Southeast Asian Ministers of Education Organization, Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON)

Downloads

Published

2023-12-25

How to Cite

Hekmah, N., Nisa, A., Fathullah, D. M., & Hadijah, J. (2023). Analisis Keragaman Pangan Terhadap Status Gizi Remaja Usia 16-18 Tahun di SMA IT Ar-Rahman Banjarbaru. JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 39–46. https://doi.org/10.71456/jik.v2i1.677