Menjelajahi Makna Spiritual di Balik Bainguwan Itik Alabio
DOI:
https://doi.org/10.71456/jis.v4i2.1992Keywords:
Itik Alabio, Bainguwan, Masyarakat Banjar, Penggembala Kambing, SpiritualAbstract
Tulisan ini mencoba menghubungkan dua hal yang jarang dibahas bersama: penelitian tentang peternakan itik Alabio sebagai sumber penghidupan masyarakat Banjar, dan hadis Nabi yang menjelaskan bahwa banyak nabi pernah menjadi penggembala kambing. Berangkat dari data ilmiah yang menunjukkan bahwa beternak itik Alabio menjadi mata pencaharian utama masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan kontribusi mencapai 46,81% per tahun, artikel ini ingin menunjukkan bahwa kegiatan beternak sebenarnya bukan hanya soal mencari uang. Melalui kajian pustaka dan analisis isi, ditemukan bahwa tradisi bainguwan dalam masyarakat Banjar juga mengajarkan banyak nilai kehidupan, seperti kesabaran, tanggung jawab, ketekunan, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini sejalan dengan hikmah di balik profesi menggembala yang pernah dijalani para nabi sebagai proses pembentukan karakter dan kedewasaan. Dengan menggabungkan sudut pandang ilmiah dan spiritual, artikel ini memberikan pemahaman bahwa bekerja dan mencari nafkah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk membentuk akhlak dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
References
Fajarwati, Rini, Sarmanu, Chairul Nidom, Sri Madyawati, Imam Mustofa, Mirni Lamid, Sri Hidanah, Widya Lokapirnasari, Tarzan Purnomo, dan Mohammad Sukmanadi. 2020. “Produksi dan Kualitas Telur Itik Alabio di Daerah Sentra Peternakan Desa Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.” Jurnal Medik Veteriner 3(2): 246–250. https://doi.org/10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.246-250.
Hamdan, A., dan Rismarini Zuraida. 2007. Profil Usaha Ternak Itik Alabio Petelur pada Lahan Rawa Lebak Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan (Kasus di Desa Sungai Durait Tengah Kecamatan Babirik).
Hanifah, Haifa. 2022. Analisis Hadis Penggembala Kambing serta Relevansinya dengan Karakter Kepemimpinan Para Nabi: Studi Ma’anil Hadits. Tesis Magister. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Hilmawan, Fiqy, et al. 2021. Itik Alabio Plasma Nutfah Kalimantan Selatan: Potensi, Permasalahan, dan Upaya Pelestariannya. Jakarta: Komisi Nasional Sumber Daya Genetik, Kementerian Pertanian RI.
Noorahmah, Erva, Zulfikar Moesa, dan Sri Mulatsih. 2003. Potensi Pengembangan Usaha Ternak Itik Alabio di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan.
Rohaeni, Eni Siti, Ratna Ayu Saptati, dan Lintje Hutahaean. 2022. “Alabio Ducks, Germplasms of South Kalimantan, as Protein and Income Sources.” E3S Web of Conferences 335: 00019. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202233500019.
Suryana, dan Muhammad Yasin. 2014. Pengembangan dan Pelestarian Itik Alabio di Lahan Rawa (Kasus: Kalimantan Selatan). Jakarta: IAARD Press.
Suryana, dan Muhammad Yasin. 2017. Unggas Rawa dan Upaya Pelestariannya di Kalimantan Selatan. Banjarbaru: Balittra.
Suryana, Ronny Rachman Noor, Peni S. Hardjosworo, dan L. Hardi Prasetyo. 2011. Karakterisasi Fenotipik dan Genetik Itik Alabio (Anas platyrhynchos Borneo) di Kalimantan Selatan dalam Rangka Pemanfaatan dan Pelestarian Secara Berkelanjutan.
Utami, Widya. 2025. “Hadis Nabi tentang Kepemimpinan: Prinsip Etis dalam Mencegah Otoritarianisme.” Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition 5(1): 1–12.
Yunandar, Hefni Effendi, Widiatmaka, dan Yudi Setiawan. 2022. Model Pemanfaatan Kawasan Perairan Rawa Gambut Barito di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.
Zulkifli Al-Bakri. “Hikmah Penggembalaan Kambing Menurut al-Hafiz Ibn Hajar.” Diakses 7 Juni 2026. Zulkiflialbakri.com
Zulkifli Al-Bakri. “Nabi SAW Menggembala Kambing dan Hikmahnya.” Diakses 7 Juni 2026. Zulkiflialbakri.com
Zulkifli Al-Bakri. “Semua Nabi Menggembala.” Diakses 7 Juni 2026. Zulkiflialbakri.com
Diskominfomc.kalselprov.go.id
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Husein, & Ahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








