Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka
Konstruksi Teoretis dan Aplikasi Kontekstual
DOI:
https://doi.org/10.71456/jis.v4i2.2086Keywords:
Desain Pembelajaran, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam, Diferensiasi, Studi KepustakaanAbstract
Desain pembelajaran merupakan elemen fundamental dalam implementasi Kurikulum Merdeka karena menjadi jembatan antara kebijakan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menuntut keterpaduan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, komponen, serta strategi desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dan relevansinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder berupa regulasi pemerintah, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dibangun di atas empat prinsip utama, yaitu berpusat pada peserta didik, kontekstual, diferensiasi, dan berbasis projek, yang diwujudkan melalui empat komponen yang koheren, yaitu Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, dan asesmen. Berbagai model pembelajaran seperti pembelajaran berdiferensiasi, Project Based Learning, Problem Based Learning, dan pembelajaran kontekstual terbukti relevan diterapkan dalam PAI karena esensi ajaran Islam sejalan dengan pendekatan pembelajaran aktif dan reflektif. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kesiapan guru yang belum merata, kebutuhan waktu adaptasi yang panjang, dan kesenjangan infrastruktur antarwilayah. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka bergantung pada penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan serta dukungan sistemik dari satuan pendidikan dan pemangku kebijakan.
References
Amir, M. T. (2009). Inovasi Pendidikan melalui Problem Based Learning. Kencana Prenadamedia Group.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Kemendikbudristek.
Black, P., & Wiliam, D. (1998). Assessment and classroom learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 5(1), 7–74. https://doi.org/10.1080/0969595980050102
Buck Institute for Education. (2019). PBL Works: Project based learning for the 21st century. Buck Institute for Education.
Christodoulou, D. (2017). Making good progress? The future of assessment for learning. Oxford University Press.
Darling-Hammond, L., Wei, R. C., Andree, A., Richardson, N., & Orphanos, S. (2009). Professional learning in the learning profession: A status report on teacher development in the United States and abroad. National Staff Development Council.
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The systematic design of instruction (8th ed.). Pearson.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2023). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Fullan, M. (2007). The new meaning of educational change (4th ed.). Teachers College Press.
Gagne, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (1992). Principles of instructional design (4th ed.). Harcourt Brace Jovanovich.
Harlen, W. (2007). Assessment of learning. SAGE Publications.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it's here to stay. Corwin Press.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022a). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022b). Panduan pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Laporan evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka tahun 2023. Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kemendikbudristek.
Kunandar. (2014). Penilaian autentik: Penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan Kurikulum 2013. RajaGrafindo Persada.
Majid, A. (2012). Perencanaan pembelajaran: Mengembangkan standar kompetensi guru. Remaja Rosdakarya.
Merrill, M. D. (2002). First principles of instruction. Educational Technology Research and Development, 50(3), 43–59. https://doi.org/10.1007/BF02505024
Mulyasa, E. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka. Remaja Rosdakarya.
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Reigeluth, C. M. (Ed.). (1983). Instructional-design theories and models: An overview of their current status. Lawrence Erlbaum Associates.
Sanjaya, W. (2015). Kurikulum dan pembelajaran: Teori dan praktik pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kencana Prenadamedia Group.
Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. Autodesk Foundation.
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mixed-ability classrooms (2nd ed.). ASCD.
Tomlinson, C. A., & Imbeau, M. B. (2010). Leading and managing a differentiated classroom. ASCD.
Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu: Konsep, strategi, dan implementasinya dalam KTSP. Bumi Aksara.
Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by design (2nd ed.). ASCD.
Yaumi, M. (2013). Prinsip-prinsip desain pembelajaran: Disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Kencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Riduan Iksan, Mariana, Hilmi Mizani, & Syaiful Bahri Djamarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








